Armada AS Mendekat, Iran Siap 'Perang Total' Jika Diserang serta Peringatkan Dampaknya Serius

Armada AS Mendekat, Iran Siap 'Perang Total' Jika Diserang serta Peringatkan Dampaknya Serius

Arina.id - Otoritas pemerintah Iran memperingatkan konsekuensi serius jika terjadi serangan militer oleh Amerika Serikat (AS), seiring dengan kian banyaknya orang ditangkapi terkait demonstrasi mematikan di tengah pemadaman internet berkepanjangan di negeri Para Mullah tersebut.

Pada Minggu, 25 Januari 2026, pemerintah Iran memasang papan reklame raksasa di Lapangan Enghelab (Revolusi) di pusat Kota Teheran, sebagai peringatan terhadap pengerahan kapal induk super USS Abraham Lincoln dan pesawat tempur pendukungnya di dekat perairan Iran.

Papan reklame tersebut berisi gambar sebuah kapal induk dengan jet tempur yang hancur di deknya dan darah mengalir di air membentuk bendera AS. “Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai,” demikian bunyi pesan yang menyertainya dalam bahasa Persia dan Inggris di Ibu Kota Teheran.

Seperti dikutip dari laporan Aljazeera, para petinggi militer pada hari Senin, 27 Januari 2026, menegaskan kembali kesiapan Iran berperang dengan Israel dan AS jika terjadi serangan serupa pada konflik 12 hari tahun lalu. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran juga menjanjikan "tanggapan komprehensif yang akan menimbulkan penyesalan."

Juru Bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baghaei memperingatkan bahwa “dampak tidak aman pasti akan memengaruhi semua orang” di tengah laporan bahwa aktor-aktor regional telah secara langsung meminta bantuan kepada Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan bahwa armada AS sedang menuju ke Teluk pada Kamis pekan kemarin.

Di sisi lain. Uni Eropa juga mempertimbangkan memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris setelah pemungutan suara di Parlemen Eropa. Baghaei mengatakan Teheran percaya negara-negara Eropa lebih bijaksana dan berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkap godaan jahat dari pihak-pihak non-Eropa (merujuk pada Amerika dan Israel).

Sekutu-sekutu pemerintah Iran yang tersisa--proxy poros perlawanan--yang pada perang singkat Juni tahun lalu belum melakukan tindakan apa pun, kali ini telah memberi sinyal bakal terlibat kalau terjadi perang dan siap menyerang kepentingan AS dan Israel.

Abu Hussein al-Hamidawi, Kepala Kataib Hezbollah yang didukung Iran di Irak, mengeluarkan pernyataan berapi-api dengan memperingatkan perang total jika terjadi agresi AS. Naim Qassem dari Hezbollah telah berulang kali memuji Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, termasuk selama pidatonya.

Kelompok Houthi di Yaman juga merilis sebuah video pada hari Senin 26 Januari 2026 menunjukkan kapal perang AS dan kapal-kapal komersial yang sebelumnya diserang, mengindikasikan bahwa mereka sekali lagi dapat menjadi sasaran meskipun ada kesepakatan gencatan senjata Gaza yang menghentikan serangan tersebut .

Provokator demo ditangkapi polisi Iran

Sementara itu, otoritas kehakiman dan intelijen terus melaporkan penindakan terhadap para perusuh dalam demonstrasi yang hampir merata di seluruh provinsi Iran. Teheran menyalahkan para teroris yang bekerja sejalan dengan kepentingan AS dan Israel.

Mohammadreza Rahmani, kepala otoritas kepolisian di provinsi Gilan bagian utara, mengumumkan 99 penangkapan baru dalam sebuah pernyataan. Ia menuduh bahwa mereka yang ditangkap terlibat dalam perusakan properti publik atau bertindak sebagai pemimpin kerusuhan baik di jalanan maupun di media sosial.

Media pemerintah mengatakan bahwa seseorang yang menghasut orang-orang, terutama kaum muda melalui unggahan daring untuk berpartisipasi dalam protes telah ditangkap di Bandar Anzali, juga di wilayah utara.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS, menyatakan telah mengkonfirmasi 5.848 kematian selama protes, melaporkan pada hari Senin bahwa setidaknya 41.283 orang juga telah ditangkap di seluruh negeri.

Pihak berwenang Iran belum mengumumkan angka penangkapan resmi, tetapi pekan lalu mereka mengatakan setidaknya 3.117 orang tewas selama protes, termasuk 2.427 orang yang digambarkan sebagai demonstran "tidak bersalah" atau anggota pasukan keamanan.

Al Jazeera belum bisa mengkonfirmasi angka-angka tersebut. Angka muncul dari laporan lembaga-lembaga yang terafiliasi dengan Amerika, kemudian dipublish oleh media-media Barat.

Namun Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, Ketika berbicara dengan para pejabat tinggi dan pimpinan pengadilan tinggi menegaskan kembali janjinya bahwa "tidak akan ada ampunan" bagi perusuh atau provokator yang tidak berkaitan dengan protes.

Ia juga menyatakan kekecewaannya atas seruan untuk bernegosiasi dengan AS di tengah apa yang disebutnya sebagai perang habis-habisan terhadap blokade ekonomi Iran.

"Sebagian orang menggambarkan semua jalan untuk menghadapi agresi dan paksaan musuh sebagai jalan yang tertutup dan berulang kali menyarankan negosiasi dengan musuh yang khianat," katanya.

Aktivitas internet para pelaku bisnis dipantau

Warga Iran di seluruh negeri masih dilanda pemadaman internet total yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemadaman internet ini sudah berlangsung selama hampir tiga pekan.

Sejumlah kecil pengguna telah berhasil terhubung ke internet menggunakan proxy dan jaringan pribadi virtual (VPN), tetapi pihak berwenang terus memblokir proxy apa pun yang menawarkan akses ke dunia luar.

Seperti halnya protes-protes sebelumnya, akses internet hanya dapat dipulihkan melalui izin dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, tetapi dewan tersebut belum memberikan jadwal waktu untuk menghubungkan kembali 90 juta penduduk Iran.

Sementara itu, negara bagian tampaknya sedang bersiap untuk menerapkan rencana jangka panjangnya memberlakukan apa yang disebut "internet bertingkat" yang hanya akan mengizinkan akses kepada sejumlah individu dan entitas yang diizinkan.

Pekan ini di Teheran, pihak berwenang mendirikan sebuah kantor kecil untuk memungkinkan para pebisnis yang memiliki kartu identitas dari Kamar Dagang Iran untuk mendapatkan akses internet terbatas.

Sebelum diizinkan menggunakan internet selama beberapa menit, mereka harus menandatangani formulir yang menyatakan mereka wajib menggunakan koneksi tersebut hanya untuk tujuan bisnis, dan menekankan bahwa mereka akan dituntut secara hukum jika menyalahgunakan kesempatan tersebut.

Kantor kecil serupa juga telah dibuka untuk para jurnalis oleh Kementerian Kebudayaan. Sebagian besar penduduk lainnya hanya memiliki akses ke intranet lokal yang dirancang untuk menawarkan beberapa layanan dasar selama pemadaman internet yang diberlakukan negara, tetapi bahkan koneksi tersebut lambat dan tidak stabil.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo