Presiden Iran Selamat dari Serangan Udara Israel, Diduga ada Spionase di Lingkaran Pemerintah

Presiden Iran Selamat dari Serangan Udara Israel, Diduga ada Spionase di Lingkaran Pemerintah

Arina.id — Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan mengalami luka ringan dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel terhadap kompleks pemerintahan di Teheran, Sabtu (15/6/2025).

Serangan yang terjadi bulan lalu itu disebut-sebut sebagai upaya pembunuhan terhadap tiga pemimpin pemerintahan Iran: eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior Iran kepada Al Jazeera.

"Upaya ini tidak akan dibiarkan tanpa Israel membayar harganya," tegas pejabat tersebut tanpa menyebut namanya.

Mengutip laporan, serangan terjadi menjelang tengah hari, saat para pemimpin tinggi Iran tengah mengikuti pertemuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi di lantai bawah sebuah fasilitas pemerintah di Teheran barat.

Menurut Fars News Agency, enam rudal menghantam pintu masuk dan keluar gedung pertemuan, dan membuat jalur evakuasi tertutup dan suplai udara terputus. Listrik di seluruh bangunan juga langsung padam akibat ledakan.

Namun, Presiden Pezeshkian dan pejabat tinggi lainnya berhasil melarikan diri melalui jalur darurat yang telah dirancang sebelumnya. Presiden dikabarkan mengalami cedera ringan pada kaki saat proses evakuasi berlangsung.

Keakuratan serangan memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya infiltrasi intelijen Israel ke dalam sistem keamanan Iran. Otoritas Iran telah membuka penyelidikan atas kemungkinan keberadaan mata-mata di lingkaran dalam pemerintahan.

“Musuh mengetahui lokasi, waktu, dan struktur fisik bangunan. Ini bukan serangan acak,” tulis laporan Fars.

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang lebih luas. Selama 12 hari terakhir, Iran dan Israel terlibat dalam konfrontasi bersenjata intens, yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Presiden Pezeshkian sebelumnya telah mengumumkan bahwa negara sedang dalam status siaga tinggi menyusul konflik tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait tuduhan tersebut. Beberapa negara Timur Tengah menyatakan kekhawatiran mendalam atas meningkatnya tensi regional. Uni Eropa dan PBB mendesak kedua belah pihak menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi.
 


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo