Jakarta, Arina.id—Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat terkait potensi serangan udara di sejumlah wilayah pada Selasa (15/9/2026).
Peringatan tersebut mencakup Kota Makkah, Jeddah, dan Taif, sebelum dinyatakan berakhir dalam waktu singkat.
Peringatan di Makkah menjadi perhatian karena merupakan peringatan serupa pertama yang dikeluarkan di kota suci tersebut dalam eskalasi konflik terbaru.
Pada hari yang sama, Arab Saudi menyatakan pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi di sebelah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci tersebut.
Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui akun resminya di platform X menyatakan potensi bahaya di Makkah telah berlalu. Masyarakat diminta tetap mengikuti petunjuk keselamatan serta menghindari kerumunan dan aktivitas merekam di lokasi kejadian.
"Peringatan: Potensi bahaya di Kota Makkah telah berlalu. Demi keselamatan Anda, tetap ikuti petunjuk #PertahananSipil serta hindari kerumunan dan aktivitas merekam. Dalam keadaan darurat, hubungi (911)," demikian pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Pertahanan Sipil Arab Saudi juga sempat mengaktifkan peringatan bahaya serangan udara di sejumlah wilayah lain. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah otoritas menyatakan situasi telah aman.
Peringatan itu muncul setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman meningkatkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (14/9), serangan menggunakan rudal balistik dan drone menyasar wilayah Khamis Mushait, Abha, dan Taif.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengatakan serangan tersebut menyebabkan 13 warga sipil mengalami luka ringan hingga sedang. Serangan juga merusak tujuh rumah dan dua kendaraan.
Serangan itu merupakan bagian dari rangkaian eskalasi Houthi terhadap Arab Saudi. Pada 8 September, serangan rudal dan drone Houthi yang menyasar sejumlah kota serta fasilitas energi di wilayah selatan Arab Saudi menyebabkan 73 orang terluka dan memicu kebakaran di beberapa fasilitas energi.
Dalam perkembangan di Yaman, serangan Houthi di wilayah barat negara tersebut pada Senin menewaskan delapan prajurit pasukan pemerintah Yaman, menurut dua sumber militer kepada AFP.
Kelompok Houthi juga mengklaim melancarkan serangan besar menggunakan puluhan rudal balistik dan drone ke pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait, Arab Saudi. Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.
Konflik kembali meningkat sejak Juli 2026. Houthi kemudian mendeklarasikan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan negara tersebut di Laut Merah. Eskalasi ini turut meningkatkan ketegangan di kawasan dan mengancam jalur pelayaran strategis di Laut Merah.
Editor:


