Penderitaan Tak Berkesudahan Anak-anak Gaza Seiring Gencarnya Serangan Israel

Penderitaan Tak Berkesudahan Anak-anak Gaza Seiring Gencarnya Serangan Israel

Arina.id ~ Lembaga Perlindungan Anak Internasional-Palestina/Defense for Children International-Palestine (DCIP) menyatakan, selama sebulan terakhir, atau sejak Israel melancarkan serangan militer besar-besaran di Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, jumlah anak-anak Palestina yang terbunuh akibat serangan pasukan Israel dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah total anak-anak Palestina yang terbunuh di Tepi Barat dan Gaza sejak tahun 1967 hingga 6 Oktober 2023.

Kesimpulan DCIP itu didapat setelah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza merilis, sedikitnya 4.237 anak-anak Palestina di Gaza terbunuh pasukan Israel selama sebulan terakhir. Jumlah ini terus bertambah karena masih ada 1.350 anak-anak yang hilang di bawah reruntuhan bangunan yang hancur, dan sebagian besar dari mereka diperkirakan tewas. Dengan demikian, lebih dari 5.500 anak-anak Palestina telah terbunuh di Gaza selama 30 hari terakhir, dengan rata-rata lebih dari 180 anak per hari.

DCIP secara independen memverifikasi data bahwa antara September 2000 hingga 6 Oktober 2023, pasukan Israel telah membunuh 2.187 anak-anak Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza. 

Sementara itu, antara 9 Desember 1987 hingga 28 September 2000, pasukan Israel membunuh sedikitnya 281 anak-anak Palestina. Perkiraan Palestina menunjukkan bahwa pasukan Israel membunuh tidak lebih dari 100 anak-anak antara bulan Juni 1967, ketika pasukan Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza, hingga Desember 1987.

“Pasukan Israel membunuh anak-anak Palestina pada tingkat yang mengejutkan. Sementara para pemimpin dunia secara aktif menunjukkan, hari demi hari, bahwa mereka tidak memiliki keberanian untuk memaksa diakhirinya serangan,” kata Ayed Abu Eqtaish, Direktur Program DCIP. 

“Selama beberapa dekade, komunitas internasional telah mendukung dan membenarkan kejahatan perang Israel dan pengingkaran hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, memprioritaskan keamanan rakyat Israel dengan mengorbankan nyawa orang Palestina. Anak-anak Palestina menanggung beban terbesar dari keterlibatan tersebut dan kegagalan mekanisme hukum, perlindungan, dan akuntabilitas internasional,” sambung Abu Eqtaish dilansir dari situs resmi DCIP.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat secara drastis karena pemerintah Israel memutus akses terhadap bantuan makanan, air, listrik, pasokan medis, dan bahan bakar bagi warga Palestina di Gaza, dan pasukan Israel terus melakukan serangan tanpa pandang bulu dan langsung terhadap bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil seperti rumah sakit, sekolah, pertokoan, termasuk panel surya, stasiun air, dan lahan pertanian.

Sebelumnya, Sekjend PBB Antonio Guterres mengungkapkan Wilayah Gaza telah menjadi kuburan massal bagi anak-anak Palestina. Ratusan anak perempuan dan laki-laki dilaporkan terbunuh atau terluka setiap hari. “Tanpa bahan bakar, bayi baru lahir yang berada di inkubator dan pasien yang menggunakan alat bantu hidup akan meninggal,” kata Antonio Guterres.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo