Arina.id - Bencana hidrometeorologi banjir bandang dan tanah longsor menerjang tiga wilayah Sumatra (Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh) pada Minggu, 30 November 2025, lalu menyisakan nelangsa warga di sana. Air bah menerjang apa saja yang laluinya. Kerusakan terjadi di sejumlah lokasi, infrastruktur jalan, listrik, dan rumah-rumah warga juga rusak parah.
Jumlah korban jiwa dalam update terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 604 orang meninggal dunia, sementara 465 lagi masih dinyatakan hilang. Sampai sekarang tim gabungan dari BNPB bersama TNI, kepolisian serta lembaga dan kementerian sedang bekerja keras mengatasi dampak bencana.
Kemarin, Presiden Prabowo Subianto juga berkunjung ke sana. Presiden menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya ke tiga wilayah tersebut, Senin 01 Desember 2025. Selama peninjauan di sejumlah titik bencana, Prabowo memerintahkan percepatan penyaluran bantuan logistik, pemulihan akses wilayah terisolasi, serta pembangunan akses darurat di lokasi infrastruktur vital yang rusak.
Pemerintah, kata dia, juga mengerahkan armada udara dan laut untuk menjangkau wilayah sulit. Dalam keterangannya kepada awak media usai meninjau posko pengungsian di Padang Pariaman, Presiden menyampaikan perkembangan terkini mengenai kondisi lapangan yang menurutnya menunjukkan perbaikan signifikan.
"Alhamdulillah, saya baru liat pengungsi di Padang. Padang saya kira semua jalan sudah mulai bisa tembus. Jalan darat bisa tembus ya. Walaupun banyak jembatan juga yang rusak. Listrik sudah hampir 100 persen. Air juga sudah mulai dibenahi," kata Prabowo, seperti dikutip dari laman website setneg.go.id, Rabu 03 Desember 2025.
Presiden menekankan bahwa pemulihan infrastruktur dasar dan layanan publik menjadi prioritas utama pemerintah dalam tahap awal penanganan bencana. Menurutnya, seluruh pihak saat ini sedang bekerja cepat untuk menormalisasi wilayah.
"Jadi pelan-pelan kita kembalikan ke normal semua. Kita inventarisir semua kerusakan. Nanti kita atur bagaimana rehabilitasi kembali. Supaya rakyat bisa hidup normal lagi," ujarnya.
Selain Sumatera Barat, Presiden juga telah mengunjungi wilayah terdampak lainnya di Aceh dan Sumatera Utara. Dalam setiap kunjungannya, Kepala Negara memastikan penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan transportasi udara bagi wilayah yang belum dapat dijangkau secara penuh melalui jalur darat.
Terkait kondisi sejumlah daerah yang masih terisolasi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa akses udara masih menjadi langkah utama untuk menjangkau masyarakat di titik-titik terdampak tersebut. "Masih ada ya [wilayah yang terisolasi], kita terpaksa lewat udara. Tapi bisa ditembus semua pakai udara," tandasnya.
Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat yang bahu-membahu membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Rangkaian kunjungan Presiden Prabowo di Sumatra menjadi bukti komitmen pemerintah untuk selalu hadir dan berdiri bersama rakyat saat bencana melanda
Editor:


