Aceh Tamiang, Arina.id—Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh dan sekitarnya diserbu masyarakat, termasuk juga Pertashop atau SPBU mini sejak Kamis (5/3) hingga Jumat (6/3).
Mobilitas warga ini akibat dari statement atau pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang menyatakan bahwa stok nasional cukup 20-25 hari ke depan. Alhasil, membuat masyarakat panik dan memburu SPBU untuk membeli BBM.
Pantauan Arina.id, hingga pagi hari ini, semua SPBU dari Medan hingga Aceh Tamiang, terlihat diserbu pemotor, pengemudi mobil hingga truk yang akan mengisi BBM.
SPBU di sepanjang jalan lintas dari Aceh Tamiang BBM jenis solar tidak tersedia. SPBU di daerah ini memasang papan pengumuman Solar Habis sedang dalam perjalanan.
BBM jenis biosolar, pertamax, pertalite, diesel habis. Petugas SPBU Alam (bukan nama sebenarnya) di Kualasimpang, Aceh Tamiang mengatakan pihak pertamina tidak mengizinkan untuk pemberitahuan bahwa BBM habis namun sedang dalam perjalanan.
"Pertamina minta kita enggak nulis stok BBM habis tapi sedang dalam perjalanan karena itu kita enggak memberitahukan bahwa stok bbm kosong," jelasnya ditemui Arina.id.
Salah seorang warga Kabupaten Aceh Tamiang, Sultan mengaku sengaja mengantre di SPBU untuk mendapatkan BBM bagi mobil pribadinya.
"Informasinya kan 20 hari stok BBM dari Pak Menteri, jadi daripada krisis, saya harus cari minyak di sini," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia hanya berkisar maksimal 25 hari.
Bahlil menyebut, ketersediaan BBM itu mengikuti ketersediaan fasilitas penyimpanan. Sejauh ini kata Bahlil, kapasitas penyimpanan (storage) BBM di dalam negeri hanya berkisar 22-23 hari.
"Jadi kita enggak bisa katakanlah teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari mau isi taruh di mana? Kita nggak punya Storage-nya (nggak cukup)," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Senada, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan 97 persen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), sudah kembali beroperasi.
Berdasarkan keterangan Satgas PRR, per 4 Maret 2026 mencatat hampir seluruh SPBU dan SPBE di daerah bencana sudah hampir seluruhnya beroperasi untuk menopang kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji bagi penyintas bencana Sumatera.
Editor:


