Jakarta, Arina.id- Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Myanmar telah melampaui 2.719 orang, sementara 4.521 orang lainnya terluka dan 441 orang dilaporkan hilang.
"Sebagian besar korban yang hilang diperkirakan sudah meninggal. Peluang mereka untuk tetap hidup sangat kecil karena sudah lebih dari 72 jam," kata Jenderal Min Aung Hlaing dikutip dari CNN world.
Survei Geologi Amerika Serikat Serikat (USGS) memperkirakan jumlah korban tewas akhir dapat melampuai 10.000 orang. Di Bangkok, ratusan mil dari episentrum, setidaknya 20 orang tewas.
Gempa bumi ini merupakan gempa bumi terkuat melanda Myanmar sejak gempa berkekuatan 7,9 skala Richter tahun 1912 di Taunggyi, sebuah kota yang juga berada di Myanmar tengah.
Gempa susulan berkekuatan 6,7 skala Richter hari Jumat terus berlanjut sepanjang akhir pekan. Junta Militer telah menetapkan tanggal 31 Maret hingga 6 April sebagai hari berkabung nasional.
Tim penyelamat sedang berusaha keras mencari korban selama empat hari setelah gempa bumi. Gempa-gempa tersebut menyebabkan jembatan dan bangunan runtuh termasuk di Bangkok, tempat pihak berwenang berupaya membebaskan puluhan orang diyakini terjebak dalam reruntuhan gedung tinggi yang sedang dibangun.
Pusat gempa tercatat di Wilayah Sagaing Myanmar bagian tengah, dekat bekas ibu kota kerajaan Mandalay, rumah bagi sekitar 1,5 juta orang, serta beberapa kompleks kuil dan istana bersejarah.
Menurut pejabat setempat, mereka yang berada di pusat gempa sebagian besar terisolasi setelah runtuhnya jembatan utama di atas Sungai Irrawaddy di negara itu.
Sementara bantuan asing dan tim penyelamat internasional mulai berdatangan di Myanmar setelah junta militer mengeluarkan permohonan bantuan.
Koordinator program Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Marie Manrique mengatakan hanya ada sedikit kesempatan untuk menjangkau orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan.
Myanmar berada di jalur gempa aktif, tetapi sebagian besar gempa terjadi di daerah yang jarang penduduknya, bukan di kota-kota yang terkena dampak.
USGS dari Pusat GFZ Jerman ilmu kebumian mengatakan gempa bumi itu dangkal, 10 kilometer (6,2 mil). Gempa bumi yang lebih dangkal cenderung menyebabkan kerusakan lebih parah.
Editor:


