Houthi Klaim Serang Bandara dan Fasilitas Aramco Arab Saudi

Houthi Klaim Serang Bandara dan Fasilitas Aramco Arab Saudi

Arina.id - Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas Aramco di Arab Saudi, di tengah pertempuran antara kelompok yang berafiliasi dengan Iran tersebut vs Pemerintah Yaman yang didukung koalisi Saudi itu.

Dalam pernyataan yang diposting di X pada Sabtu, 4 Oktober 2026, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya telah melakukan "operasi militer dengan rudal balistik dan drone" dengan menargetkan Aramco di Riyadh.

Ia mengklaim serangan tersebut "tepat dan langsung" serta "menyebabkan kebakaran terjadi" di lokasi tersebut.

Dikutip dari Aljazeera, asap dan api besar terlihat membumbung di dekat fasilitas Aramco di Jeddah dan Riyadh pada waktu bersamaan. Houthi atau gerakan Anshor Allah itu juga mengklaim menyerang sejumlah bandara di Riyadh.

"Angkatan bersenjata Yaman melancarkan tiga operasi militer strategis dengan menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak/drone," kata Saria dalam pernyataannya.

Menurut dia, operasi pertama menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, dan operasi kedua menargetkan kilang Aramco di Rabigh. "Operasi ketiga menargetkan Bandara Abha, Pangkalan Udara Khamis Mushait, Kamp Aqifa di Asir, serta sejumlah lokasi vital lainnya di Najran dan Jizan," kata Saria.

Houthi juga menyatakan wilayah udara di Arab Saudi, kecuali wilayah udara di atas Mekkah dan Madinah, sebagai zona operasi militer.

Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, mengatakan bahwa klaim Houthi yang menargetkan Riyadh adalah "menyesatkan".

Pada Minggu, 5 Oktober 2026, koalisi pimpinan Saudi mengatakan pasukan bersenjatanya melakukan 97 "operasi penargetan tepat" terhadap bala bantuan Houthi di front Tor al-Baha dan poros Taiz, menggunakan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan penembak jitu.

Kolonel Majed Abdullah al-Nazili, juru bicara pasukan pemerintah Yaman, mengatakan serangan tersebut menargetkan "setidaknya 260 pejuang Houthi dan menghancurkan atau melumpuhkan 44 kendaraan militer".

Akhir bulan lalu, Houthi mengatakan mereka telah menyerang fasilitas Aramco di Yanbu, pelabuhan Laut Merah di pantai barat Arab Saudi. Saudi mengatakan saat itu mereka mencegat enam rudal balistik yang ditembakkan ke arah Taif dan Yanbu dan melaporkan tidak ada kerusakan pada situs Aramco.

Awal pekan ini, koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan bahwa Houthi menyerang pembangkit listrik di Kota Suci Muslim Madinah pada Selasa, 6 Oktober 2026. Pertempuran semakin memanas sejak gencatan senjata rapuh pada 2022 runtuh pada bulan Juli.

Pada pertengahan September, Houthi merebut kota pelabuhan Mocha dan pulau-pulau strategis di selat Bab al-Mandeb, jalur penting untuk pengiriman minyak global, sebelum pasukan anti-Houthi menstabilkan garis depan.

Ratusan ribu orang telah mengungsi sejak pertempuran dimulai kembali. Yaman telah berperang sejak Houthi merebut Sanaa pada 2014, memaksa pemerintah Yaman mundur ke Aden.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo