Dari Kota Mendoan ke Ranah Minang; Perjalanan Kontingen UIN Saizu Purwokerto dalam Seiba Internasional

Dari Kota Mendoan ke Ranah Minang; Perjalanan Kontingen UIN Saizu Purwokerto dalam Seiba Internasional

Jakarta, Arina.id — Kontingen Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Banyumas Jawa Tengah mengukir sejarah dengan keikutsertaan mereka dalam ajang Seiba Internasional di UIN Imam Bonjol Padang Sumatera Barat.

Guru Besar UIN Saizu, Kholid Mawardi menceritakan perjalanan panjang dari 'Kota Mendoan' Purwokerto menuju 'Ranah Minang' Padang bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan sebuah odisea budaya yang mempertemukan kearifan Jawa Tengah dengan keagungan Minangkabau.

Melintasi ribuan kilometer
Kholid Mawardi menyebutkan kontingen UIN Saizu Purwokerto memilih untuk menempuh perjalanan darat yang berjarak ribuan kilometer. Keputusan ini bukan tanpa tantangan, namun justru menjadi bukti nyata dari dedikasi dan semangat juang para peserta.

"Dengan membawa properti gamelan lengkap, mereka memperlihatkan tekad untuk memberikan penampilan terbaik di Tanah Minang," ujarnya.

Perjalanan panjang tersebut dimulai pada Sabtu (21/9/2024) menjadi cerminan dari filosofi hidup Jawa yang menekankan proses sebagai bagian integral dari pencapaian tujuan.

"Setiap kilometer yang dilalui adalah pembelajaran, setiap tantangan adalah kesempatan untuk menguji ketahanan mental dan fisik. Semangat nrimo ing pandum (menerima dengan ikhlas) dipadukan dengan tekad 'pantang mundur' khas Minangkabau, menciptakan sinergi budaya yang indah bahkan sebelum kompetisi dimulai," lanjutnya.

Ragam kompetisi: melestarikan warisan, mengukir prestasi
Tiba di UIN Imam Bonjol, Kontingen UIN Saizu Purwokerto berpartisipasi dalam beragam cabang lomba yang mencakup aspek spiritual, intelektual, dan kultural.

Beberapa cabang lomba yang diikuti adalah sebagai berikut:

  1.  MTQ dan MHQ: Menunjukkan kedalaman penghayatan dan hafalan Al-Quran
  2. Puitisasi Al-Quran: Mengeksplorasi keindahan kitab suci melalui seni kata
  3. Qasidah: Memadukan musik islami dengan sentuhan kontemporer
  4. Karya Tulis Ilmiah: Membuktikan ketajaman analisis dan penguasaan wacana akademis
  5. Seni Karawitan: Membawa keagungan gamelan Jawa ke panggung internasional
  6. Seni Tradisional Kentongan: Mempersembahkan keunikan seni komunikasi tradisional Banyumas
  7. Catur: Mengasah strategi dan kecerdasan dalam permainan pikiran.

Menurut Kholid, keragaman cabang lomba ini mencerminkan komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara holistik, memadukan kecerdasan spiritual, intelektual, dan kultural.

Gamelan: jembatan budaya Jawa-Minangkabau
Dalam perjalanan itu, UIN Saizu juga membawa seperangkat gamelan lengkap. Keputusan ini bukan sekadar demonstrasi fisik, melainkan sebuah pernyataan budaya.

"Gamelan, sebagai jantung kesenian Jawa, dibawa untuk 'mengguncang' Ranah Minang dengan harmoni dan filosofinya yang mendalam," kata Kholid Mawardi.

Dalam konteks ini, lanjut dia, gamelan bukan hanya instrumen musik, tetapi juga menjadi duta budaya. Setiap dentingan logam yang dihasilkan adalah undangan untuk dialog antar budaya, menciptakan jembatan pemahaman antara keluhuran Jawa dan keagungan Minangkabau.

"Ini adalah wujud nyata dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika–berbeda-beda tetapi tetap satu juga," tuturnya.

Membawa pulang kebanggaan
Keikutsertaan kontingen UIN Saizu Purwokerto dalam Seiba Internasional di UIN Imam Bonjol Padang, menurut Kholid, lebih dari sekadar kompetisi.

"Ini adalah sebuah misi budaya, sebuah perjalanan spiritual, dan sebuah penegasan identitas. Terlepas dari hasil akhir kompetisi, kontingen ini telah berhasil membawa pulang kebanggaan yang tak ternilai," ujarnya.

"Mereka telah menunjukkan bahwa jarak bukanlah penghalang, perbedaan adalah kekuatan, dan semangat juang adalah kunci kesuksesan," tegasnya.

"Dalam perjalanan dari Kota Mendoan menuju Ranah Minang, kontingen UIN Saizu Purwokerto telah menulis sebuah bab baru dalam sejarah pertukaran budaya Indonesia, membuktikan bahwa dalam keberagaman, kita menemukan kekayaan sejati bangsa," pungkas Kholid.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo