5 Sunnah Haji yang Bisa Diamalkan Jemaah saat di Tanah Suci

5 Sunnah Haji yang Bisa Diamalkan Jemaah saat di Tanah Suci

Arina.id – Menunaikan ibadah haji merupakan momentum istimewa dalam kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu, sangat disayangkan ketika mendapatkan kesempatan berharga ini tidak dimaksimalkan dengan baik, di antaranya adalah dengan menjalankan berbagai amalan sunnah dalam rukun Islam kelima tersebut.

Berkaitan dengan sunnah haji, dalam artikel “7 Sunnah Haji yang Sayang untuk Dilewatkan Jemaah”, Zainuddin Lubis menerangkan, setidaknya ada 5 amalan sunnah haji yang dikutip dari penjelasan Syekh Muhammad Qasim al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib al-Mujib (Beirut,: Darul Ibnu Hazam li Tabaah wa Nasyir wa At-Tauzi’, 2005:149), yaitu sebagaimana berikut: 

1. Haji Ifrad

Haji ifrad adalah mendahulukan pelaksanaan ibadah haji sebelum umrah. Jemaah yang memilih cara ini akan berihram haji dari miqat kemudian melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji hingga selesai. Setelah itu, jemaah keluar dari Makkah menuju Tanah Halal terdekat, lalu berihram untuk umrah dan melaksanakan amalan-amalannya. Jemaah yang melaksanakan umrah sebelum haji, maka ia tidak dianggap melakukan haji ifrad.

“Hal ini dikarenakan haji ifrad memiliki makna memisahkan pelaksanaan haji dan umrah secara tegas, dengan mendahulukan haji sebagai ibadah utama,” jelas Zain, dikutip Sabtu (10/5/2025)

2. Membaca Talbiyah

Membaca talbiyah merupakan amalan sunnah dalam pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak membaca talbiyah selama menjalankan ihram. Bagi laki-laki, dianjurkan untuk mengeraskan suara saat membaca talbiyah. Adapun lafal talbiyah adalah sebagaimana berikut:

لَبَّيْكَ اللّْهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbayka Allāhumma labbayk, labbayka lā syarīka laka labbayk, innal ḥamda wan ni‘mata laka wa al-mulk, lā syarīka laka.

Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Setelah selesai membaca talbiyah, jemaah haji disarankan untuk membaca shalawat, berdoa memohon kepada Allah  agar diberi surga dan ridha-Nya, serta berlindung kepada-Nya dari api neraka. Dengan melaksanakan amalan ini, diharapkan setiap jemaah bisa mendapatkan keberkahan dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji.

3. Thawaf Qudum

Tawaf qudum dikhususkan bagi para jemaah haji yang memasuki kota Makkah sebelum melaksanakan wukuf di Arafah. Bagi jemaah yang melaksanakan haji ifrad atau qiran, tawaf qudum disunnahkan untuk dilakukan di hari pertama kedatangan mereka di Makkah. Bagi jemaah umrah, tawaf umrahnya sudah dianggap mencukupi sebagai pengganti tawaf qudum.

4. Tawaf Wada

Zainuddin menjelaskan bahwa Tawaf Wada dilaksanakan ketika hendak keluar dari kota Makkah karena untuk bepergian. Terkait hukum tawaf wada, terdapat perbedaan di antara ulama, sebagian ulama berpendapat bahwa tawaf wada termasuk wajib haji yang jika ditinggalkan konsekuensinya adalah harus membayar dam atau denda berupa hewan kurban. Sebagian ulama lain, termasuk Syekh Ibrahim Al-Ghazi, menyatakan bahwa tawaf wada hukumnya sunnah.

5. Shalat Sunnah Tawaf 

Setelah menyelesaikan ibadah tawaf, jemaah haji dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah tawaf sebanyak 2 rakaat. Sholat sunnah ini dilaksanakan di belakang Maqom Ibrahim, namun jika hal itu tidak memungkinkan, boleh dilaksanakan di Hijir Ismail, jika masih tidak memungkinkan bisa dilaksanakan di dalam Masjidil Haram atau di tempat lain yang masih dalam batasan wilayah Tanah Haram.

Zainuddin kemudian mengutip pendapat Imam Nawawi yang terdapat dalam kitab Majmu’ Syarah al Muhadzab, [Jeddah, Maktabah Irsyad, t.t/VIII:85). Dalam keterangan tersebut, Imam Nawawi menjelaskan bahwa sholat dua rakaat setelah tawaf hukumnya adalah sunnah.

Demikian 5 amalan Sunnah Haji bagi Jemaah saat berada di Tanah Suci sebagaimana dijelaskan oleh Zainuddin Lubis. Amalan-amalan ini dapat menjadi sarana untuk melaksanakan ibadah haji dengan lebih maksimal. Harapannya, dengan menunaikan amalan sunnah ini bisa memperoleh pahala tambahan sekaligus memperkuat tingkat spiritualitas jemaah.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo