Bangun Masjid Negara di IKN, Menag Harap Jadi Ikon Religi Baru

Bangun Masjid Negara di IKN, Menag Harap Jadi Ikon Religi Baru

Arina.id ~ Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap pembangunan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara bisa menjadi ikon religi baru selain Masjid Istiqlal yang berlokasi di Jakarta. Rencananya, di samping masjid itu akan dibangun sejumlah rumah ibadah, mulai dari gereja, katedral, wihara, pura hingga kelenteng yang mampu merepresentasikan keberagaman di tanah air.

Sebelumnya, Menag bersama Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Masjid Negara yang bertempat di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Gus Men sapaan akrab Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Masjid Negara yang semula didesain hanya mampu menampung sekitar 20 ribu jamaah, kini ditingkatkan mencapai lebih dari 60 ribu jamaah.

"Acara ini menjadi penanda bahwa pembangunan Masjid Negara telah dimulai, yang direncanakan dengan kapasitas jamaah 22.317 orang dan kemudian akan ditingkatkan menjadi 61.392 orang," ungkapnya, Rabu (17/1/2023).

Pembangunan Masjid Negara, lanjut Gus Men, merupakan simbol yang menggambarkan bahwa pembangunan di IKN tetap mengindahkan nilai keagamaan dalam setiap prosesnya.

"Secara filosofi, bangunan yang akan dibangun ini merujuk nilai-nilai dari Al-Quran yaitu harus menjaga keseimbangan Habluminallah dan Habluminannas," jelas Menag.

Gus Men juga yakin Masjid Negara dapat menjadi contoh untuk pembangunan lainnya di Indonesia bahwa pembangunan negara perlu dilandasi dengan kekuatan spiritual dan Ketuhanan yang Maha Esa.

Di kesempatan yang sama, Kepala Negara berharap rumah ibadah umat Islam itu dapat mewakili keberagaman masyarakat Indonesia serta memperkuat jiwa toleransi dan moderasi beragama di Ibu Kota Nusantara.

"Saya berharap Masjid Negara ini akan merepresentasikan kemajemukan Indonesia dan sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, tempat yang nyaman bagi umat muslim untuk melakukan berbagai aktivitas keagamaan, aktivitas sosial lainnya, dan menjadi simbol untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama di Ibu Kota Nusantara kita," katanya.

Menurut Presiden, rentetan rumah ibadah yang akan dibangun berdekatan mampu menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang bagi masyarakat untuk hidup rukun.

"Ini akan menunjukkan betapa kita ini sangat beragam tetapi kerukunan tetap terus kita jaga untuk membangun persatuan di negara kita," ucap Kepala Negara.

Dengan nilai konstruksi sebesar 940 miliar, Masjid Negara diperkirakan akan selesai dalam waktu 400 hari. Masjid tersebut rencananya akan dikelilingi dengan air serta embung buatan yang mampu memperindah lingkungan sekitar masjid dan menciptakan ciri khas tersendiri bagi Masjid Negara. 

"Saya ingin Masjid Negara yang akan dibangun ini bisa menjadi contoh dari masjid-masjid negara di dunia dan menampilkan kekhasan Indonesia, menampilkan kekhasan Ibu Kota Nusantara," ujar Presiden.

Didesain oleh arsitek profesional I Nyoman Nuarta, bentuk Masjid Negara terinspirasi dari lekukan dan putaran sorban yang identik sebagai aksesoris keagamaan umat Islam. Masjid ini juga akan memiliki menara dengan ketinggian hampir mencapai 100 meter, tepatnya 99 meter disesuaikan dengan jumlah Asmaul Husna.

Turut hadir dalam groundbreaking Masjid Negara tadi siang Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandi Sulistiyanto.

Kemudian terlihat juga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, Kurator Pembangunan IKN Ridwan Kamil, dan Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur Abdul Khaliq.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo