Prihatin Ketegangan di Yaman, Indonesia Serukan Semua Pihak Menahan Diri

Prihatin Ketegangan di Yaman, Indonesia Serukan Semua Pihak Menahan Diri

Jakarta, Arina.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyatakan pemerintah terus memantau secara saksama perkembangan terbaru di Republik Yaman menyusul eskalasi konflik di negara tersebut.

"Pemerintah Indonesia terus mengikuti dengan seksama perkembangan terkini di Republik Yaman menyusul terjadinya eskalasi di negara tersebut," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui unggahan di akun resmi X, @Kemlu_RI, Rabu.

Pemerintah Indonesia mendesak seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri serta menghindari tindakan sepihak yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan stabilitas di lapangan.

Selain itu, Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian konflik secara damai melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Upaya tersebut, perlu dilakukan dengan tetap menghormati pemerintahan Yaman yang sah serta menjaga integritas teritorial negara tersebut," demikian pernyataan Kemlu.

Sebelumnya, Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara terbatas ke Pelabuhan Mukalla, Provinsi Hadramaut, Yaman, pada Selasa 30 Desember 2025,. Serangan tersebut diklaim menargetkan senjata dan kendaraan tempur yang dibongkar dari kapal-kapal yang datang dari Uni Emirat Arab.

Senjata-senjata itu disebut dikirimkan untuk mendukung kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC). Serangan ini menandai eskalasi baru ketegangan antara Arab Saudi dan STC yang didukung Uni Emirat Arab (UEA). Ketegangan ini semakin menekan hubungan Riyadh dan Abu Dhabi.

Konflik Yaman telah berlangsung lebih dari satu dekade sejak kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa pada 2014 dan memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015. 

Meski intensitas pertempuran menurun sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022, dinamika terbaru di wilayah selatan kembali menimbulkan kekhawatiran akan fragmentasi dan ketidakstabilan berkepanjangan.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo