Liga Arab Serukan Perlindungan Internasional bagi Rakyat Palestina

Liga Arab Serukan Perlindungan Internasional bagi Rakyat Palestina

Jakarta, Arina.id—Dewan Liga Arab menyerukan intervensi internasional segera untuk melindungi rakyat Palestina dari kejahatan Israel dan aksi kekerasan yang dilakukan milisi penjajah Israel.

Seruan tersebut disampaikan pada penutupan Sidang Reguler ke-166 Dewan Liga Arab tingkat menteri luar negeri di markas Liga Arab, Kairo, Mesir, Senin (7/9/2026).

Dikutip dari kantor berita Palestina WAFA, Dewan Liga Arab meminta komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB, segera mengambil langkah sesuai hukum internasional.

Seruan juga ditujukan kepada Para Pihak Kontrak Tinggi pada Konvensi Jenewa Keempat untuk menjalankan kewajiban mereka dalam melindungi rakyat Palestina.

Dewan Liga Arab menegaskan bahwa langkah tersebut harus mengacu pada hukum internasional, resolusi-resolusi PBB, serta berbagai perjanjian dan traktat internasional maupun regional yang relevan.

Tunisia Tolak Realitas Baru di Palestina

Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri, Migrasi, dan Warga Tunisia di Luar Negeri Mohamed Nafti menegaskan penolakan negaranya terhadap segala upaya Israel untuk menciptakan realitas baru di wilayah Palestina yang diduduki.

Nafti menegaskan dukungan Tunisia terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk mendirikan negara yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

"Penderitaan kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina sama sekali tidak dapat dinormalisasi atau direduksi menjadi sekadar pernyataan, statistik, dan angka yang dibacakan dalam pertemuan internasional,” kata Nafti, dikutip.

Menurutnya, kawasan Arab tengah menghadapi perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya serta tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, solidaritas dan aksi bersama negara-negara Arab diperlukan untuk menghadapi eskalasi militer dan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.

Nafti menegaskan bahwa persoalan Palestina harus tetap menjadi prioritas utama aksi bersama Arab. Ia menyebut perjuangan Palestina sebagai persoalan hak, keadilan, dan martabat manusia.

Ia juga memperingatkan agar pelanggaran dan penderitaan yang dialami rakyat Palestina tidak dibiarkan menjadi kenyataan permanen yang dipaksakan kepada mereka dan kemudian diterima begitu saja oleh komunitas internasional.

Menurut Nafti, keamanan dan stabilitas di Timur Tengah dan dunia tidak akan tercapai tanpa mengakhiri pendudukan Israel.

"Yang dibutuhkan bukan sekadar mengelola krisis, tetapi mengakhirinya sepenuhnya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada rakyat Palestina untuk menjalankan hak menentukan nasib sendiri serta mendirikan negara yang sepenuhnya merdeka dan berdaulat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy mengatakan reformasi sistem kerja bersama negara-negara Arab, khususnya Liga Arab, merupakan tujuan penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang mengancam keamanan kawasan.

Fahmy mengatakan pertemuan tingkat menteri tersebut berlangsung di tengah keprihatinan mendalam terhadap eskalasi dan pelanggaran Israel yang terus berlangsung di Palestina, Suriah, dan Lebanon.

Ia menegaskan bahwa konsultasi negara-negara Arab tidak boleh berhenti pada penerbitan pernyataan dan deklarasi. Menurutnya, diperlukan langkah-langkah praktis dan nyata untuk menghadapi berbagai persoalan di kawasan.

Fahmy juga menyampaikan bahwa Komite Yerusalem telah mengeluarkan pernyataan terkait pelanggaran Israel. Dewan Liga Arab turut membahas sejumlah proposal yang diajukan Menteri Luar Negeri Palestina untuk melindungi Yerusalem dan situs-situs sucinya.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo