Rektor UIN Riau: KMA 450 Tahun 2024, Kurikulum Inovatif Sambut Indonesia Emas 2045

Rektor UIN Riau: KMA 450 Tahun 2024, Kurikulum Inovatif Sambut Indonesia Emas 2045

Riau, Arina -- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Prof Khairunnas Rajab memberikan tanggapan positif terkait keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 450 Tahun 2024 yang mewajibkan penerapan Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan RA hingga madrasah pada tahun pelajaran 2024/2025. Perubahan ini, menurut Prof Khairunnas Rajab, adalah langkah yang sangat strategis dan patut disyukuri.

Kurikulum integratif menawarkan solusi unggul untuk menuju Indonesia yang gemilang dan mencapai Indonesia Emas 2045. Perubahan kurikulum oleh Kementerian Agama adalah langkah adaptasi yang relevan bagi masyarakat yang terus bertransformasi. UIN Sultan Syarif Kasim Riau dengan sepenuhnya mendukung penerapan KMA Nomor 450 Tahun 2024 oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

"Kurikulum harus selalu sejajar dengan perkembangan teknologi dan perubahan mindset dalam rangka menciptakan kesadaran paripurna. Indonesia membutuhkan komitmen, integritas, cepat, terukur, dan mengandung maslahat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang," ujar Prof Khairunnas Rajab, Kamis (11/7/2024).

KMA 450 Tahun 2024 menekankan pentingnya pelatihan intensif bagi tenaga pendidik dan penyiapan infrastruktur yang memadai untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. "Inilah yang menjadi tujuan utama dari Kementerian Agama hingga KMA 450 Tahun 2024 ini diputuskan," tambahnya.

Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi madrasah untuk berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam KMA Nomor 347 Tahun 2022, madrasah masih diberikan pilihan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Namun, dengan KMA 450 Tahun 2024, seluruh madrasah diwajibkan menerapkan Kurikulum Merdeka, memastikan adanya keseragaman dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau menekankan bahwa implementasi kurikulum baru ini tidak hanya soal penyesuaian konten belajar, tetapi juga melibatkan kesiapan tenaga pendidik dalam menguasai teknologi dan pendekatan pembelajaran modern. "Dengan dukungan pelatihan intensif dan infrastruktur yang memadai, kita optimis dapat mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada pembangunan bangsa," kata Prof Khairunnas Rajab.

Penerapan Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kritis dalam proses belajar, serta meningkatkan daya saing madrasah di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan dari seluruh pihak, termasuk pendidik, orang tua, dan pemerintah, sangat penting untuk suksesnya implementasi kurikulum ini.

Dengan perubahan ini, madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran agama, tetapi juga pusat inovasi dan pengembangan karakter yang kuat, sesuai dengan visi integrasi yang kita punya dengan kegemilangan dan keterbilangan.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo