Arina.id. Keadaan negara Suriah saat ini masih diwarnai keberadaan mantan Presiden Bashar Al Assad yang menjadi teka teki. Terbaru, Rusia dikabarkan memberikan suaka untuk Bashar Al Assad.
Perdana Menteri Suriah, Mohammad Ghazi Al-Jalali, sempat dikabarkan tidak mengetahui keberadaan eks Presiden Bashar Al-Assad.
Selain itu, Perdana Menteri Suriah menyebut pihaknya tidak mempunyai informasi apa-apa mengenai keberadaan Bashar Al Assad bersama Menteri Pertahanan, Ali Mahmoud Abbas.
"Saya tak memiliki informasi apapun soal keberadaan Presiden Bashar Al-Assad dan Menhan Ali Abbas," beber Mohammad Ghazi Al-Jalali, seperti dikutip Antaranews via Al Arabiya, pada Minggu, 8 Desember 2024.
Tak hanya Bashar Al-Assad dan Menteri Pertahanan, Ali Mahmoud Abbas, keberadaan Menteri Luar Negeri, Bassam Sabbagh, juga tidak dapat diketahui publik.
Hal ini dikatakan Menteri Komunikasi Iyad, Mohammad Al-Khatib, meskipun ia sudah menegaskan bahwa pihak oposisi telah menjadi keselamatan menteri yang tetap memilih bertahan di Damaskus.
Moscow Beri Suaka
Di lain sisi, laporan terbaru AP News pada Senin, 9 Desember 2024, menjelaskan Bashar Assad telah melarikan diri ke Moskow, Rusia.
Berdasarkan keterangan kantor berita Rusia, Tass dan RIA, Bashar Assad menerima suaka dari Kremlin yang selama ini telah menjadi sekutu lamanya. Ia bersama keluarganya dilaporkan telah datang di Moskow.
Perjalanan mantan Presiden Suriah, Bashar Al Assad, dilakukan hanya beberapa jam usai para pihak pemberontak berhasil menguasai kota Damaskus sekaligus mengakhiri masa kekuasaan keluarga Assad selama hampir 6 dekade.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa sebuah pesawat berjenis Ilyushin IL-76 milik Syrian Air diketahui telah terbang di atas langit Damaskus sekitar pukul 2 pagi hari waktu setempat.
Namun, pesawat ini menghilang dari radas setelah 40 menit berikutnya di Kota Homs. Kecepatannya 62 mil per jam dengan ketinggian 1.624 kaki.
Kantor kepresidenan Suriah juga sempat membantah keras kabar yang menyebutkan Bashar Al Assad telah melarikan diri dengan cara pergi ke luar negeri.
Editor:


