Arina.id - Wudhu merupakan salah satu bentuk thaharah (penyucian diri) yang sangat penting dalam ibadah umat Islam. Selain sebagai syarat sah sholat, wudhu juga mengandung dimensi spiritual yang dalam.
Para ulama telah menjelaskan berbagai tata cara dan adab berwudhu, termasuk sunah-sunah yang menyertainya. Salah satu sunah yang kerap diperbincangkan adalah mengusap bagian leher saat wudhu.
Dalam hal ini, Imam al-Ghazali, seorang ulama besar dalam mazhab Syafi'i, memberikan penjelasan mendalam dalam karya monumentalnya, Ihya' Ulumuddin.
Mengusap Leher: Sunah atau Bid'ah?
Dalam mazhab Syafi’i, mengusap tengkuk atau leher bukan bagian dari rukun wudhu, bukan pula merupakan kesunahan. Namun demikian, Imam Ghazali menjelaskan bahwa meskipun tidak diwajibkan, mengusap leher memiliki keutamaan tersendiri sebagai pelengkap penyucian dan penghayatan spiritual dalam berwudhu.
Dalam kitab Tanwirul Qulub, h. 11 dijelaskan bahwa dalam persoalan mengusap leher terdapat perbedaan pandangan para ulama:
و أما عند اهلنا و رجال الصالحين فهؤلاء يعتمدون بما قال الإمام الغزالي على انه سنه
Artinya: “Adapun ulama kita dari kalangan habaib atau masyaikh al arifin billah mereka mengikuti berpedoman pada pendapat Imam Ghazali yang menyatakan bahwa mengusap leher adalah sunah”.
Sementara itu dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa ketika seseorang mengusap tengkuknya (bagian belakang leher) saat wudhu, disunahkan untuk menyertakan doa khusus, sebagai bagian dari adab dan dzikir dalam wudhu yang sempurna.
Doa Saat Mengusap Leher
Berikut adalah lafal doa yang diajarkan Imam al-Ghazali saat mengusap leher dalam wudhu:
اَللَّھُمَّ فُكَّ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ السَّلَاسِلِ وَاْلأَغْلَالِ
Allahumma fukka raqabatii minan naari wa a’uudzu bika minas salaasili wal aghlaal.
Artinya: “Ya Allah, pisahkanlah leherku dari neraka dan aku berlindung pada-Mu dari rantai-rantai dan belenggu-belenggu.”
Doa ini mencerminkan harapan seorang hamba agar diselamatkan dari siksa neraka di Hari Pembalasan. Dengan menyertakan doa ini, aktivitas wudhu menjadi lebih bermakna dan terhubung dengan dimensi akhirat.
Cara mengusap leher saat berwudlu ialah dilakukan setelah membasuh kedua telinga tanpa menggunakan air usapan yang baru. Bagian yang diusap adalah tengkuk (belakang leher), bukan bagian depan (tenggorokan). Saat mengusap, gunakan bagian punggung jari telunjuk kedua tangan dan disertai niat melaksanakan kesunahan.
Mengusap leher saat wudhu, menurut Imam Ghazali, bukan sekadar gerakan fisik, tetapi bagian dari rangkaian dzikir yang menghubungkan tubuh dan hati dalam ibadah. Doa yang diucapkan mengingatkan akan hisab dan pembalasan, serta menjadi sarana memperbanyak harapan akan rahmat dan perlindungan Allah.
Kesunahan mengusap leher saat wudhu adalah salah satu dari sekian banyak aspek adab yang menunjukkan kekayaan tradisi fiqih Islam. Melalui ajaran Imam Ghazali, kita diajak untuk menyelami makna batin dari wudhu, menjadikannya bukan hanya pembersih fisik, tetapi juga sarana penyucian jiwa. Wallahu a'lam.
Editor:


