Arina.id – Menjalani kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan rahmah adalah impian setiap pasangan suami istri. Di antara faktor penunjang dalam membangun keluarga harmonis tersebut adalah memiliki istri salehah yang berperan sebagai jantung keluarga dan akan memberikan ketenangan dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Ajaran Islam pun menganjurkan umatnya agar menikah dengan wanita salehah karena ia akan menjadi mitra dalam beribadah, pendidik bagi anak-anak, dan penjaga kehormatan keluarga. Selain itu, memiliki istri salehah juga merupakan sebuah anugerah yang bisa membawa keberkahan dalam rumah tangga, bahkan sebuah hadits Rasulullah bersabda: Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah. (HR. Muslim )
Sebagai perhiasan terbaik dunia, istri salehah bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan, melainkan buah dari sebuah proses panjang yang melibatkan ikhtiar lahir dan batin. Salah satu bentuk ikhtiar tersebut adalah dengan memanjatkan doa yang tulus kepada Allah karena pada hakikatnya, semua dinamika kehidupan yang terjadi di alam semesta ini berada di dalam kuasa dan kendali-Nya.
Berkaitan dengan hal tersebut, ketika menguraikan tentang dinamika kehidupan perempuan dan rumah tangga, Imam Ibnu Abdil Barr dalam kitab Bahjatul Majalis, [Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: t.t] Juz II, halaman 45 mengutip doa yang dipanjatkan oleh Muhammad bin Husain agar dikaruniai istri salehah. Adapun doanya adalah sebagaimana berikut:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي امْرَأَةً تُسِرُّنِي إِذَا نَظَرْتُ، وَتُطِيعُنِي إِذَا أَمَرْتُ، وَتَحْفَظُنِي إِذَا غِبْتُ
Allâhumma arzuqnî imra’atan tusirrunî idzâ nazhartu, wa tuthî‘unî izhâ amartu, wa taḫfazhunî idzâ ghibtu.
Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah seorang istri yang dapat menyenangkan hatiku ketika aku memandangnya, menaatiku ketika aku memerintahnya, dan menjaga kehormatanku ketika aku tidak bersamanya.”
Istri salehah terkadang lahir dari sebuah proses panjang yang tidak hanya bertumpu pada internal pribadi, tetapi juga pada pihak eksternal di antaranya melalui didikan dan doa yang tulus dari suami. Sebagai kepala keluarga, suami memiliki peran penting dalam mengarahkan dan membimbing istrinya melalui teladan, nasihat, motivasi untuk terus belajar agama, dan tentunya untaian doa.
Doa ini dapat dibaca oleh pria lajang yang sedang mencari jodoh. Selain itu, para suami juga bisa membaca doa ini sebagai wujud harapan dan usaha spiritual untuk membentuk karakter istrinya agar menjadi salehah sehingga bisa mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah. Wallahu a‘lam.
Editor:


