Dark
Light
Dark
Light

Kisah Istri Salehah dan Doa agar Suami Tidak Menikah Lagi

Kisah Istri Salehah dan Doa agar Suami Tidak Menikah Lagi

Arina.id - Dalam ajaran Islam, seorang suami dibolehkan memiliki istri lebih dari satu dan maksimal 4 istri dengan catatan mampu bersikap adil kepada mereka. Selain itu, bagi muslim berkewarganegaraan Indonesia, ada salah satu syarat yang mesti dipenuhi suami yaitu mendapat izin dari istri pertama.

Izin dan rida istri pertama ini dianggap penting untuk menjaga keharmonisan dan keadilan dalam rumah tangga. Tanpa izin dan rida istri pertama, hal ini berpotensi membawa dampak buruk, di antaranya menciptakan konflik dan ketegangan yang bisa merusak hubungan keluarga. 

Apalagi jika istri pertama adalah wanita salehah, karena doa yang dipanjatkan oleh wanita salehah memiliki kekuatan luar biasa yang mampu mengubah keadaan dan memengaruhi kehidupan suaminya. Hal ini sebagaimana kisah yang diungkap oleh Khalid bin Sulaiman Ar-Rabi dalam kitab Min ‘Aja’ibid Du’a, (Riyadh, Darul Qasim: 1423 H) Halaman 96.

Dikisahkan Syekh Khalid, kakeknya bercerita bahwa saat masih muda, di desanya ada seorang pria yang memiliki istri yang dikenal salehah dan berakhlak mulia. Pasangan suami istri ini telah menjalani pernikahan selama bertahun-tahun, keduanya pun telah melewati suka dan duka dalam menghadapi bahtera rumah tangga.

Suatu hari, pria ini tergoda dengan wanita tetangga desa dan berniat ingin menikahinya. Untuk memuluskan rencananya, dia mulai mendekati wanita tersebut secara diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya. Pria ini pun kemudian menyampaikan keinginan untuk menikahi wanita tersebut.

Insting wanita salehah ini begitu tajam hingga mampu membaca perubahan pada perilaku suaminya. Kecurigaannya semakin kuat ketika melihat gelagat aneh suaminya yang tampak menyiapkan sesuatu secara diam-diam, belakangan diketahui itu adalah sesuatu yang akan dijadikan mahar untuk pernikahan kedua suaminya.

Akhirnya, sang istri pun mengetahui bahwa suaminya akan menikah lagi dengan seorang wanita tetangga desa. Meski hatinya hancur, wanita salehah ini tetap mencoba tabah dan berusaha menguasai emosi dan keadaan. Saat melihat suaminya pergi menunggangi keledai, ia tahu bahwa suami yang ia cintai itu akan menikahi wanita lain. 

Tidak lama kemudian, wanita salehah ini naik ke lantai dua. Di bawah langit yang cerah, ia memohon kepada Allah agar suaminya tetap setia dan tidak menikah lagi. Ia pun berdoa sambil hatinya menjerit kepada Allah dengan kalimat doa berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مَمْنُوعًا عَنْهَا

Allâhummaj ‘alhu mamnû’ân ‘anhâ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah dia (suaminya) terhalang dari wanita itu."

Jeritan hati istri salehah itu langsung dikabulkan. Allah menggerakkan hati suaminya untuk membatalkan pernikahan keduanya. Tidak hanya suaminya, Allah pun menggerakkan keledai itu untuk berputar arah kembali ke pangkuan istrinya hingga akhirnya pria ini tidak jadi menikah lagi.

***

Kisah ini memiliki hikmah dan pelajaran berharga, apalagi bagi pasangan suami istri. Doa yang diiringi hati yang ikhlas dan keyakinan penuh kepada Allah memiliki kekuatan besar dalam kehidupan seseorang. Doa juga bisa menjadi senjata seorang hamba Allah untuk menghadapi pahit dan getirnya kehidupan, sebagaimana dilakukan oleh istri salehah tersebut. 

Kisah ini juga menunjukkan ketabahan istri salehah saat menghadapi biduk rumah tangga. Meski hatinya terluka, ia tetap berupaya tenang dan mengendalikan emosinya. Alih-alih marah, wanita salehah ini memilih untuk berserah diri kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya hingga akhirnya Allah mengabulkan permintaannya.

Selain itu, kisah ini juga mengajarkan kepada suami untuk bersikap setia pada istrinya. Jika punya keinginan untuk poligami dan memiliki kemampuan bersikap adil, hendaknya suami meminta izin dan rida dari istri pertamanya. Hal ini dilakukan agar pernikahannya mendapatkan kelancaran dan keberkahan. Wallahu a’lam.


Editor: Aiz Luthfi
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo