Agen Perubahan, Santri UIN Walisongo Ngaji Politik

Agen Perubahan, Santri UIN Walisongo Ngaji Politik

Arina.id ~ Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof HM Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan kontribusi santri dalam pembangunan Indonesia. Mulai dari Sumpah Pemuda hingga kemerdekaan santri turut berperan penting dalam kemajuan bangsa.

Ketika masuk ke dunia politik, lanjut Asrorun Niam, santri bisa menerapkan toleransi dan keseimbangan antarbidang sehingga tidak berat sebelah.

"Santri berperan besar dalam pembangunan Indonesia, maka kontribusi santri diwujudkan dalam ijtihad para santri yang diperingati sebagai resolusi jihad yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober. Ini juga wujud dari kebijakan politik," ungkapnya saat kegiatan ‘Santri Ngaji Politik’ di UIN Walisongo Semarang, Jumat (22/3/2024).

Pihaknya mengungkapkan kehidupan santri dan mahasiswa tidak bisa lepas dari politik, Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga bentuk dari kebijakan politik agar mahasiswa mudah mengakses pendidikan. 

“Harapannya santri tidak acuh pada politik agar tidak dipolitisasi dan menjadi objeknya. Mahasiswa hadir sebagai watchdog arah politik praktis dan menjadi agent of change,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Nizar, M.Ag menyampaikan kegiatan ini memahami posisi dan peran santri dalam konteks integrasi bangsa. 

“Dalam pemilu 2024, ada posisi santri dalam menciptakan kedamaian. Santri menjadi subjek maupun obyek dalam pemilu. Keilmuan dan peran strategis santri mahasiswa semakin kedepan. UIN Walisongo memiliki Ma’had yang berisi santri mahasiswa,” ungkapnya

Rektor menambahkan peran kunci politik yaitu legitimasi; sistem politik; perilaku politik dan partisipasi politik; serta proses politik dan seluk beluk partai politik. 

“Dalam Islam politik dikenal dengan Siasah segala sesuatu tentang kepentingan umat, jadi sebagai santri kita tidak boleh buta tentang politik,” pungkasnya

 


Editor:
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo