Arina.id - Para ilmuwan dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT) dan kolaborator internasional telah menemukan sisa-sisa langka "Proto Bumi", potongan-potongan bebatuan kuno diduga sebagai sisa bumi periode awal pada 4,5 miliar tahun lalu.
Sisa-sisa langka bebatuan yang disebut sebagai nenek moyang bumi ini ditemukan terkubur di bawah permukaan Greenland Kanada dan negara bagian Hawai Amerika Serikat (AS). Bila temuan itu benar, maka ilmuan akan bisa menguak bagaimana komposisi batuan awal bumi sebelum peristiwa tumbukan dahsyat yang membentuk bumi modern sekarang ini.
ScienceDaily melaporkan, temuan tersebut dipublikasikan di Nature Geosciences pada Selasa 14 Oktober 2025. Para ilmuan memberikan pandangan sekilas tentang inti material yang disebut sudah ada sebelum dampak besar tumbukan planet miliaran tahun lalu.
"Ini mungkin bukti langsung pertama bahwa kita telah melestarikan materi proto Bumi," kata Nicole Nie, asisten profesor pengembangan karier Paul M. Cook bidang ilmu Bumi dan planet di MIT.
"Kami melihat sepotong Bumi yang sangat purba, bahkan sebelum tumbukan dahsyat itu. Ini luar biasa karena kami menduga tanda-tanda awal ini akan terhapus perlahan seiring evolusi Bumi," ujarnya.
Tim tersebut mengidentifikasi tanda kimia yang tidak biasa dalam sampel batuan dalam dari Greenland, Kanada, dan negara bagian Hawaii, AS, yang menunjukkan defisit isotop kalium-40 dibandingkan dengan sebagian besar material Bumi modern.
Anomali tersebut menunjukkan batuan tersebut mungkin mengandung bagian kecil dari proto Bumi, yang bertahan selama miliaran tahun dari pergolakan planet, demikian bunyi laporan temuan itu.
"Para ilmuwan telah mencoba memahami komposisi kimia asli Bumi dengan menggabungkan komposisi berbagai kelompok meteorit. Namun, studi kami menunjukkan bahwa inventaris meteorit saat ini belum lengkap, dan masih banyak yang harus dipelajari tentang asal usul planet kita," jelas Nie.
Editor:


