4 Hikmah Disyariatkannya Akikah bagi Anak dalam Islam

4 Hikmah Disyariatkannya Akikah bagi Anak dalam Islam

Arina.id - Bagi pasangan suami istri, kehadiran seorang anak merupakan anugerah yang membawa kebahagiaan tiada tara. Untuk itu, agama Islam menganjurkan umatnya yang baru dikaruniai anak untuk melaksanakan akikah, yaitu penyembelihan hewan usai lahirnya seorang bayi.

Rasulullah bersabda:

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُدَمَّى

Artinya: “Setiap anak (yang lahir) tergadai dengan akikahnya. Maka disembelih (hewan) untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur (rambutnya) dan diberi nama." (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hukum Islam, akikah termasuk ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi orang tua yang baru dikaruniai seorang anak. Di balik kesunnahan tersebut, setidaknya ada 4 hikmah yang bisa dipetik pelajarannya dari akikah.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj, [Beirut, Darudl Dliya: 2020], juz 9, h. 741–742, sebagaimana berikut:

1. Ekspresi Kebahagiaan

Di antara fitrah manusia adalah ingin mengekspresikan kebahagiaan ketika mendapatkan anugerah. Dengan disyariatkannya akikah, para orang tua bisa mengekspresikan kebahagiaannya itu dengan cara bersyukur dan berbagi dengan orang lain, yakni dengan menyembelih hewan untuk kemudian dibagikan kepada saudara, tetangga, dan masyarakat sekitar.

2. Mengumumkan Nasab

Akikah bisa menjadi sarana untuk mengumumkan nasab seorang anak. Dengan adanya akikah, masyarakat akan mengetahui lahirnya seorang anak sekaligus mengetahui asal-usul keluarganya.

Dalam ajaran Islam, persoalan nasab dianggap penting karena berkaitan erat dengan hukum Islam, terutama dalam bab nikah dan waris. Tidak hanya itu, dalam hubungan sosial, nasab juga berperan dalam mempererat kekerabatan di lingkungan keluarga besar.

3. Menyempurnakan Tumbuh Kembang Anak

Hal ini sebagaimana hadits Nabi yang menyatakan bahwa seorang anak tergadai dengan akikahnya. Sebagian ulama memahami bahwa hadits tersebut mengisyaratkan adanya keterkaitan antara pelaksanaan akikah dengan tumbuh kembang anak, terutama dari sisi spiritual.

Maka dengan dilaksanakannya akikah, bisa menjadi sarana untuk menyempurnakan tumbuh kembang anak dengan menghadirkan keberkahan, perlindungan, dan kebaikan yang menyertai kehidupannya sejak dini.

4. Memberi Syafaat pada Orang Tua

Masih berkaitan dengan hadits Rasulullah tersebut, Imam Ahmad menafsirkan bahwa salah satu kemungkinan makna dalam hadits tersebut adalah anak yang tidak diakikahi tidak bisa memberikan syafaat atau pertolongan kepada kedua orang tuanya kelak di akhirat.

Penafsiran kemudian ini diikuti oleh al-Khaththabi. Menurutnya, penjelasan Imam Ahmad merupakan penafsiran terbaik yang mendekati makna hadits. Namun demikian, perlu digarisbawahi bahwa poin keempat ini merupakan penafsiran ulama atas hadits tersebut.

Dari uraian ini dapat dipahami bahwa akikah bukan sekadar ritual semata. Di dalamnya terdapat hikmah tersembunyi yang bisa dipetik pelajarannya. Di antara hikmah disyariatkannya akikah adalah sebagai ekspresi kebahagiaan, pengumuman nasab, penyempurna tumbuh kembang anak, hingga manfaat ukhrawi bagi orang tua sebagaimana ditafsirkan oleh para ulama. Wallahu a’lam.


Editor:
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo