3 Ciri Ikhlas menurut Dzunnun Al-Mishri

3 Ciri Ikhlas menurut Dzunnun Al-Mishri

Dzunnun Al-Mishri adalah salah seorang ulama sufi terkemuka dari Mesir yang hidup di pertengahan abad ke-3 H. Ia juga tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap pemikiran dan perkembangan ilmu tasawuf. Di antara pemikirannya itu adalah tentang pentingnya seorang muslim memiliki hati yang ikhlas dalam beribadah. Menurutnya, ada 3 ciri atau tanda bahwa seseorang memiliki keikhlasan dalam hatinya.

Sebagaimana diketahui, ikhlas dalam ajaran Islam menjadi konsep yang sangat penting dan menjadi dasar setiap amal perbuatan seorang muslim. Di sisi lain, ikhlas juga merupakan perintah Allah yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Allah berfirman dalam Surat Al-Bayyinah ayat 5:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Artinya: “Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).”

Selain itu, dalam sebuah hadits diterangkan bahwa Allah tidak akan memandang bentuk fisik seseorang karena nilai seorang manusia ada pada keikhlasan hatinya. Nabi Muhammad bersabda:

إنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) jasadmu dan tidak pula menilai bentuk tubuhmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu.” (HR Muslim).

Adapun 3 ciri ikhlas menurut Dzunnun Al-Mishri telah dikutip oleh sejumlah ulama, satu di antaranya adalah Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 35, sebagaimana berikut: 

1. Tidak Terpengaruh Pujian dan Hinaan
Ciri orang yang hatinya memiliki keikhlasan adalah tidak terpengaruh oleh pujian atau hinaan dari orang lain. Istilah atau jargon yang cocok bagi mereka adalah “dipuji tidak terbang dan dicaci tidak tumbang”. Hal demikian tumbuh dalam hatinya karena semua amal ibadah yang dilakukan murni karena dan untuk Allah.

2. Melupakan Amal
Ciri ikhlas berikutnya adalah tidak pernah mengingat amal ibadah yang telah dilakukan. Orang yang benar-benar ikhlas tidak membicarakan kebaikannya pada orang lain apalagi ada rasa bangga dalam hatinya. Bagi mereka, amal ibadah bukan untuk diingat apalagi dibicarakan pada orang lain karena belum tentu amal tersebut diterima oleh Allah.

3. Berharap Balasan Akhirat
Ciri ketiga dari orang yang ikhlas adalah hanya mengharapkan balasan di akhirat, bukan di dunia. Orang yang ikhlas melakukan amal kebaikan tidak pernah berharap imbalan materi yang bersifat duniawi atau pengakuan dari orang lain. Fokusnya adalah pada pencapaian ridha Allah dan pahala yang telah Allah janjikan di kehidupan akhirat kelak.

Demikian 3 ciri orang yang memiliki keikhlasan dalam beribadah menurut Dzunnun Al-Mishri. Bagi umat Islam, sebaiknya terus berusaha untuk memahami sekaligus menerapkan ikhlas karena merupakan salah satu syarat utama diterimanya ibadah oleh Allah. Wallahu a‘lam.


Editor:
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo