Kisah Teladan Akhlak Mulia Ali bin Abi Thalib pada Lansia: Ada Hak dalam Diri Mereka

Kisah Teladan Akhlak Mulia Ali bin Abi Thalib pada Lansia: Ada Hak dalam Diri Mereka

Islam hadir bukan semata untuk mengenalkan persoalan kewajiban ibadah dan tentang halal serta haram saja. Lebih dari itu, Islam menekankan pentingnya menjadi seorang Muslim yang memiliki akhlakul karimah.

Terdapat kisah teladan tentang akhlakul karimah yang terdapat dalam kitab al-Mawa’izh al-Ushfuriyyah karya Syaikh Muhammad bin Abu Bakar. Kitab ini menjadi rujukan pembelajaran hikmah dalam meneladani akhlak Nabi dan para sahabatnya. Hikayat-hikayat atau cerita-cerita di dalamnya didukung dengan sebuah hadits sebagai sandaran dari hikmah hikayat yang dituliskan.

Nah, dalam kitab Ushfuriyyah dikisahkan tentang sahabat Ali bin Abi Thalib yang begitu memuliakan orang yang lanjut usia. Hikayat itu memotret cerita Sahabat Ali yang berangkat menuju masjid untuk menunaikan sholat subuh berjamaan namun harus berjalan pelan lantaran di depannya ada orang lansia.

وحكى أن عليا رضى الله تعالى عنه كان يذهب إلى الجماعة لصلاة الفجر مسرعا فلقي شيخا في الطريق يمشي قدامه على السكينة والوقار في سلك الطريق وما مر على رضى الله عنه تكريما له وتعظيما لشيبته حتى حان وقت طلوع الشمس

Artinya: "Dikisahkan suatu ketika sahabat Ali akan bergegas menuju masjid untuk melaksanakan sholat subuh, kemudian beliau bertemu orang lansia yang berjalan pelan di depannya. Sahabat Ali pun tidak mendahuluinya karena memuliakannya, sehingga matahari akan terbit."

 فلما دنا الشيخ إلى باب المسجد فلا يدخل المسجد فعلم على رضى الله تعالى عنه أنه كان من النصارى 

Artinya: "Sewaktu dekat masjid, orang tua tersebut ternyata tidak masuk masjid, sahabat Ali akhirnya mengerti bahwa orang lansia itu beragama Nasrani."


فدخل على المسجد فوجد رسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم في الركوع فطول الركوع مقدار الركوعين حتى أدركه على رضى الله تعالى عنه

Artinya: "Sahabat Ali kemudian masuk masjid dan mendapati Rasulullah dalam posisi rukuk panjang sekira dua rukuk, sehingga sahabat Ali dapat mengikuti rukuk Rasulullah untuk berjamaah".

فلما فرغ من صلاته قال يارسول الله لم طولت الركوع في هذه الصلاة ما كنت تفعل مثل هذا فقال رسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم لما ركعت وقلت سبحان ربي العظيم كما كان وردي وأردت ان ارفع رأسي جاء جبرائيل عليه السلام ووضع جناحه على ظهري وأخذني طويلا فلما رفع جناحه رفعت رأسي

Artinya: "Setelah sholat, sahabat Ali bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah mengapa kali ini Anda memanjangkan durasi rukuk sholat, padahal aku tidak pernah menyaksikan Anda rukuk yang lamanya seperti saat ini? Rasulullah menjawab: ketika aku rukuk dan membaca subhana rabbiyal adzimi seperti yang biasa kuucapkan lalu aku mengangkat kepalaku (untuk i'tidal), datanglah Jibril meletakkan sayapnya menekan punggungku hingga lama, kemudian Jibril mengangkat sayapnya, aku pun bisa mengangkat kepalaku."

فقالوا لم فعل هكذا فقال ما سألته عن ذلك فحضر جبرائيل عليه السلام وقال يا محمد إن عليا كان يستعجل للجماعة فلقي شيخا نصرانيا في الطريق ولم يعلم على انه نصراني وأكرمه لاجل شيبته وما تقدم عنه و حفظ حقه فأمرني الله تعالى أن آخذك في الركوع حتى يدرك على صلاة الفجر 

Artinya: "Para sahabat bertanya: mengapa Jibril berbuat demikian?, Rasulullah menjawab: aku tidak sempat menanyakan hal ini kepada Jibril, dia datang dan berkata: Wahai Muhammad sesungguhnya Ali tergesa-gesa untuk ikut sholat berjamaah, lalu ia bertemu orang lansia Nasrani di tengah jalan, namun Ali tidak tahu bahwa orang lansia itu Nasrani, lantas Ali menghormatinya dan menjaga haknya. Kemudian Allah memerintahkanku untuk menekan punggungmu saat rukuk sampai Ali dapat berjamaah subuh."

و هذا ليس بعجب وأعجب العجب ان الله تعالى أمر ميكائيل عليه السلام أن يأخذ الشمس بجناحه حتى لا تطلع الشمس طو يلا لاجل على رضى الله تعالى عنه 

Artinya: "Ini masih kurang begitu mengherankan, sebab yang paling mengherankan lagi adalah Allah memerintahkan Mikail memegang matahari dengan sayapnya agar tidak keburu terbit karena menunggu Ali."

Salah satu hadits riwayat Abu Dawud menyebutkan:

من اجلال الله اكرام ذي الشيبة المسلم

Artinya: "Salah satu tanda mengagungkan Allah adalah memuliakan orang Lansia yang Muslim."

Apa yang dicontohkan sahabat Ali menjadi pelajaran penting bahwa menjaga kemuliaan orang lansia harus dijunjung tinggi. Tidak peduli apa agama yang mereka anut. Sebab, dalam diri orang lansia ada hak yang harus kita tunaikan yakni menghormatinya.


Editor:
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo