Menghormati orang tua sangat ditekankan dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang mempertegas seorang mukmin harus berbuat baik dan menghormati orang tua. Selain menyeru untuk beribadah kepada Allah SWT semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, Al-Qur’an juga menegaskan kepada umat Islam untuk menghormati kedua orang tuanya.
Sebagai seorang muslim, tentunya kita memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orang tua kita, baik ibu maupun ayah. Agama Islam mengajarkan, bahkan mewajibkan kita sebagai anak untuk berbakti dan taat kepada ibu dan ayah.
Taat dan berbakti kepada kedua orang tua adalah sikap dan perbuatan yang terpuji. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada umat manusia untuk menghormati orang tua. Sebaliknya, Allah begitu murka ketika ada hambanya yang durhaka kepada orang tua.
Durhaka kepada kedua orang tua adalah dosa besar yang dibenci oleh Allah SWT, sehingga adzabnya disegerakan oleh Allah di dunia ini. Adapun bentuk pendurhakaan terhadap orang tua bermacam-macam dan bertingkat-tingkat, mulai dari mendurhaka di dalam hati, mengomel, mengatakan “ah”, berkata kasar, menghardik, tidak menghiraukan panggilannya, tidak pamit, tidak patuh dan bermacam-macam tindakan lain yang mengecewakan atau bahkan menyakitkan hati orang tua.
Bentuk-bentuk kedurhakaan itulah yang sangat dibenci oleh Allah sebagaimana dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 36 yang berbunyi:
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
Artinya: Dan sembah lah Allah dan jangan lah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.
Dengan demikian, jika seseorang melakukan kedurhakaan terhadap orang tua, maka ia harus segera bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah sembari memohon ampun kepada orang tua.
Namun, bagaimana jadinya kalau kedua orang tua sudah meninggal sementara kita luput meminta maaf kepadanya?
Ajaran Islam menjelaskan, meminta maaf kepada orang tua yang telah meninggal adalah tindakan yang mulia dan dianjurkan. Meskipun tidak mungkin berinteraksi langsung dengan mereka, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk memohon ampunan dan meminta maaf kepada orang tua yang telah tiada.
Berikut cara meminta maaf kepada orang tua yang sudah meninggal
Dikutip dari buku Tim Layanan Syariah, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, ada beberapa tata cara meminta maaf kepada orang tua yang telah meninggal.
1. Doa
Mendoakan kedua orang tua memiliki kekuatan yang besar dalam agama Islam. Untuk itu, kiranya perlu meluangkan waktu untuk berdoa bagi kebaikan dan keselamatan orang tua yang telah meninggal.
Sampaikan permohonan maaf kita kepada Allah dalam doa kita dan mohonkan ampunan bagi orang tua yang sudah di alam barzakh. Berdoa adalah cara untuk menunjukkan ketulusan hati dan penyesalan kita atas kesalahan yang telah kita lakukan.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat bahwa ada seorang anak yang telah wafat orang tuanya, lalu ia mengadu pada Rasulullah, kemudian Nabi mewasiatkan untuk mendoakan orang tuanya;
وَرُوِيَ إنَّ الرَّجُلَ لَيَمُوتُ وَالِدَاهُ وَهُوَ عَاقٌّ لَهُمَا فَيَدْعُو اللَّهَ لَهُمَا مِنْ بَعْدِهِمَا فَيَكْتُبُهُ اللَّهُ مِنْ الْبَارِّينَ
Artinya" Diriwayatkan bahwa seorang anak yang kedua orang tuanya wafat sementara ia pernah berdurhaka terhadap keduanya, lalu ia berdoa kepada Allah sepeninggal keduanya, niscaya Allah mencatatnya sebagai anak yang berbakti,” (Al-Bujairimi, Tuhfatul Habib alal Khatib, juz II, halaman 573).
2. Sedekah
Bersedekah dan melakukan amal jariyah. Salah satu cara terbaik untuk meminta maaf kepada orang tua yang telah meninggal adalah dengan melakukan sedekah dan amal jariyah atas nama mereka. Amal jariyah adalah tindakan yang terus memberikan manfaat setelah seseorang meninggal dunia.
Misalnya, membangun sumur air, mendirikan lembaga pendidikan, atau menyumbangkan kitab suci Al-Qur’an. Dengan melakukan amal jariyah atas nama orang tua, kita dapat berharap agar mereka mendapatkan kebaikan dan pahala dari amal baik tersebut, dan diharapkan bahwa ini juga menjadi bentuk permohonan maaf kita kepada mereka yang telah meninggal dunia.
Menyedekahkan pahala pada orang tua yang sudah wafat dan masih hidup, dalam Islam hukumnya diperbolehkan dan pahalanya sampai kepada mereka. Penjelasan ini diterangkan oleh Syekh Zainuddin Al Malibari dalam kitab Irsyadul ‘Ibad, bahwa Ibnu Umar telah berkata sebagai berikut;
ما على أحدكم إذا أراد أن يتصدق لله صدقة تطوع أن يجعلها عن والديه إذا كانا مسلمين فيكون أجرها لهما و له مثل أجورهما بغير أن ينقص من أجورهما شيأ
Artinya: "Tidak ada masalah bagi kalian jika hendak bersedekah karena Allah dengan sedekah sunah untuk membagikan pahala sedekah tersebut pada kedua orang tuanya jika keduanya muslim. Maka pahala sedekah tersebut milik kedua orang tuanya, dan dia mendapatkan pahala seperti kedua orang tuanya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala kedua orang tuanya."
3. Ziarah Kubur
Seorang anak yang orang tuanya telah wafat, kemudian ingin meminta maaf kepada keduanya, bisa melakukan ziarah ke kuburan keduanya. Dalam sebuah hadis dijelaskan sebagai berikut;
فقد روى الحاكم عن أبي هريرة رضي الله عنه “من زار قبر أبويه أو أحدهما في كل جمعة مرة غفر الله له وكان بارا بوالديه
Artinya "Imam Al-Hakim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya sekali setiap Jumat, niscaya Allah hapus dosanya. Ia pun dinilai sebagai anak berbakti kepada orang tuanya.”
4. Tingkatkan Ibadah
Meningkatkan kebaikan dan ibadah. Salah satu cara paling efektif untuk memohon maaf kepada orang tua yang telah meninggal adalah dengan meningkatkan kebaikan dan ibadah kita.
Melalui amalan-amalan yang diperintahkan dalam Islam, seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya, kita dapat memperbaiki hubungan spiritual kita dengan Allah SWT dan pada gilirannya, membantu memohon maaf kepada orang tua kita. Dengan menjadi pribadi yang lebih baik, kita juga menghormati jasa-jasa mereka dan memuliakan nama baik keluarga.
Editor: Muhammad Zunus


