Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِله إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَرْسَلَ الرُّسُلَ وَأَنْزَلَ الْكُتُبَ لِتَتَّضِحَ الْمَحَجَّةُ لِلسَّالِكِينَ، وَتَقُوْمَ الْحُجَّةُ عَلَى الْهَالِكِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ الله بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ، وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَإِمَامِ الْأَتقِيَاءِ وَالْمُقَرِّبِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ حُمَاةِ الْمَتِينَ
أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ هَنِيئًا لَكُمْ مَا مِنَ اللهِ بِهِ عَلَيْكُمْ مِنْ نِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَهَدَاكُمْ وَوَفَقَكُمْ مِنَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ. وَنَحْنُ الْآنَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ هَذَا الشَّهْرِ الَّذِي هُوَ غَنِيْمَةُ الْمُؤْمِنِينَ وَسَنَامُ الدَّهْرِ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ بِمُلَازِمَةِ الْجُدِ وَالتَّشْمِيرِ وَمُفَارَقَةِ الْكَسْلِ وَالتَّقْصِيرِ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, mari kita perkuat ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan berkomitmen untuk terus melaksanakan dan meningkatkan kualitas ibadah kita, serta menjaga diri agar tidak melanggar larangan-Nya. Selain itu, pada bulan Ramadan ini mari kita bertekad untuk menjalani puasa yang berkualitas, bukan sekadar menjalankan ibadah sebagai formalitas.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Kita kini telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, yang merupakan waktu bagi para mukmin untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan tetap konsisten dalam beribadah dan menjauhkan diri dari rasa malas. Di bulan ini, Rasulullah SAW selalu menunjukkan kesungguhan dalam beribadah, bahkan lebih dari bulan-bulan lainnya, terutama pada sepuluh hari terakhir.
Sesungguhnya, Ramadan adalah bulan yang Allah SWT pilih dan istimewakan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia, tepatnya pada malam yang istimewa, yaitu malam Lailatul Qadar, yang kebaikannya melebihi seribu bulan. Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar.” (Q.S. Al-Qadr: 1)
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Q.S. Al- Baqarah: 185)
Al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat manusia, sebagai petunjuk untuk seluruh makhluk dan syariat Allah SWT bagi penduduk bumi. Kitab ini selalu menjadi acuan di setiap zaman. Al-Qur’an mencakup segala yang diperlukan oleh manusia, baik dalam urusan agama maupun kehidupan duniawi. Ia mengajarkan akhlak, cara berinteraksi dengan sesama, serta cara mengatur kehidupan masyarakat.
Di dalamnya terdapat kalam-kalam penuh hikmah, ajaran tentang kedamaian, serta tentang peperangan. Al-Qur’an juga menjelaskan berbagai aspek ekonomi dan pemerintahan. Kitab ini sangat komprehensif, diturunkan oleh Allah SWT untuk menjelaskan segala hal, sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat Islam
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa pada hari kiamat kelak, Al-Qur’an dan Puasa akan memberikan syafaat kepada hamba-hamba Allah SWT. Puasa akan berkata: "Ya Rabb, aku telah menahan hamba ini dari makan dan minum di siang hari, maka izinkanlah aku untuk membantunya." Selanjutnya, Al-Qur’an akan berkata: "Dan aku, aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku untuk menolongnya."
Atas izin Allah SWT, keduanya akan memberikan syafaat kepada hamba tersebut pada hari kiamat. Pada hari itu, kepada pembaca Al-Qur’an akan dikatakan: "Bacalah! Dan bacalah dengan tartil, sebagaimana engkau membacanya di dunia. Sesungguhnya, derajatmu akan ditentukan oleh ayat terakhir yang engkau baca. Setiap kali engkau membaca satu ayat, derajatmu di surga akan meningkat satu tingkat, dan akan terus naik hingga mencapai surga yang paling tinggi."
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Al-Qur’an merupakan penawar bagi segala penyakit hati. Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman, kita seharusnya memperbanyak membaca Al-Qur’an terutama dengan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Dengan cara ini, Al-Qur’an akan benar-benar berfungsi sebagai obat dan menjadi benteng yang kuat bagi para pembacanya.
Allah SWT berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: “Dan kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman.” (Q.S. Al- Isra’: 82)
Jangan sampai kita hanya menggerakkan lisan untuk membaca Al-Qur’an sementara hati kita lalai, seolah-olah kita membaca tetapi tidak memahami maksudnya. Membaca Al-Qur’an tanpa pemahaman, penghayatan, dan terutama tanpa pengamalan, tidak akan berdampak pada peningkatan kualitas diri. Beberapa ulama mengatakan: "Barangsiapa yang tidak membaca Al-Qur’an, berarti ia telah mengabaikannya. Barangsiapa yang membacanya tanpa memahami maknanya, juga telah mengabaikannya. Dan Barangsiapa yang membaca serta memahami akan tetapi tidak mengamalkannya, maka ia juga telah mengabaikannya."
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Artinya: “Rasul (Nabi Muhammad) berkata: Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.” (Q.S. Al-Furqon: 30)
Sayang sekali, jika seorang Muslim hanya membaca lafadz-lafadz Al-Qur’an dan mengulanginya tanpa memahami maknanya. Ia melupakan bahwa keberkahan terbesar dari Al-Qur’an dapat dicapai dengan memahami isi dan mengambil petunjuk yang terdapat di dalamnya.
Allah SWT berfirman:
كِتَابٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “Kitab Al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (Q.S. Shad: 29)
Pada hari kiamat nanti, bahkan Al-Qur’an bisa jadi akan menjadi hujjah bagi dirinya. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat hadits:
مَنْ جَعَلَ الْقُرْآنَ أَمَامَهُ قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ وَمَنْ جَعَلَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ
Artinya: “Barang siapa yang menjadikan Al-Qur’an di depannya, maka ia akan menuntun ke surga. Dan barang siapa menjadikan Al-Qur’an di belakangnya, maka ia akan menggiring ke neraka.” (H.R. Ibn Hibban)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Di era kini, orang-orang Muslim ibarat seorang laki-laki yang sangat haus dan hampir mati karena kehausan, padahal air ada di kedua tangannya. Oleh karena itu, seorang Muslim seharusnya memperbanyak membaca Al-Qur’an, merenungkan makna dan isinya, membacanya dengan tartil, serta mengamalkan ajarannya.
Al-Qur’an merupakan tali Allah SWT yang kokoh dan pengingat yang bijaksana. Siapa pun yang berbicara dengan Al-Qur’an, maka ia adalah orang yang benar. Siapa pun yang menetapkan hukum berdasarkan Al-Qur’an, maka ia adalah orang yang adil. Siapa pun yang beramal dengan Al-Qur’an, maka akan mendapatkan pahala. Siapa pun yang mencari petunjuk melalui Al-Qur’an, akan diberikan petunjuk menuju jalan yang benar.
Sesungguhnya, Allah SWT telah mengangkat derajat banyak kaum melalui Al-Qur’an sementara sebaliknya Dia juga telah merendahkan mereka karena mengabaikan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab Allah, jalan yang benar menuju-Nya. Allah SWT menjamin keasliannya, dan tidak ada manusia atau jin yang dapat mengubahnya. Sungguh, telah berlalu 14 abad, dan Al-Qur’an tidak mengalami perubahan sedikit pun, serta akan tetap terjaga hingga akhir zaman.
Oleh karena itu, pada sisa Ramadan terakhir ini mari kita manfaatkan waktu kita baik siang maupun malam, sebaik mungkin. Usahakan untuk menjaga amal ibadah kita agar tidak rusak akibat kemaksiatan yang kita lakukan. Jaga mata, mulut, telinga, kedua tangan, kaki, serta hati kita. Selalu pertahankan istiqamah dalam melaksanakan sholat lima waktu secara berjamaah, sholat Tarawih, dan isi malam-malam kita dengan membaca serta memahami Al-Qur’an. Dengan demikian, di penghujung Ramadan ini kita tidak termasuk dalam kelompok orang yang merugi lantaran tidak mendapatkan maghfirah atau ampunan dari Allah SWT.
Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad SAW naik ke atas mimbar. Ketika beliau menginjak undakan pertama, beliau mengucapkan: "Amin." Saat beliau naik ke undakan kedua, beliau kembali mengucapkan: "Amin." Dan ketika beliau mencapai undakan ketiga, beliau juga mengucapkan: "Amin." Lantas para sahabat pun berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, kami mendengar engkau mengucapkan amin sebanyak tiga kali."
Nabi kemudian menjawab: "Ya, ketika aku menginjak anak tangga pertama, malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, celakalah seorang hamba yang menjumpai bulan Ramadan tetapi tidak mendapatkan pengampunan atas dosanya. Maka aku menjawab, Amin. Selanjutnya, malaikat Jibril berkata: Celakalah seorang hamba yang bertemu dengan kedua orang tuanya atau salah satunya di usia tua, tetapi mereka tidak mengajaknya masuk surga. Aku pun berkata: Amin. Lalu malaikat Jibril berkata: Celakalah seorang hamba yang ketika namamu disebut di sampingnya, ia tidak berdoa sholawat untukmu. Maka aku pun menjawab: Amin."
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Sebagai penutup khutbah ini, khatib ingin menyampaikan pesan agar kita memanfaatkan momentum akhir bulan Ramadan ini dengan rajin membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Semoga ibadah puasa yang kita laksanakan dapat menjadi sarana yang mendidik kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang sempurna di hadapan Allah SWT.
Demikianlah khutbah Jumat hari ini. Semoga apa yang telah disampaikan bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta menjadi pendorong semangat untuk terus meningkatkan amal ibadah dan menjauhi segala bentuk larangan. Amin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Redaktur Keislaman Arina.id. Alumnus Program Marhalah Tsaniyah Ma'had Aly Lirboyo Kediri, Jawa Timur.
Editor:


