Menikmati Sajian Buka Puasa ala Makkah

Menikmati Sajian Buka Puasa ala Makkah

Makkah di bulan Ramadhan sibuk dengan berbagai aktivitas unik. Selain persoalan ibadah yang menjadi utamanya, aktivitas keseharian orang-orang di sana juga mengalami perubahan dan perbedaan di banding sebelum dan setelahnya. Sejumlah pekerja, misalnya, pulang lebih cepat dari jadwal biasanya.

Jelang sore, umat Islam yang beragam dari berbagai ras hingga mazhab sibuk menyiapkan menu berbuka mereka. Di luar rumah juga tak kalah ramainya. Restoran dan sejumlah toko juga bisa mendapatkan pengunjung dua kali lipat dibanding hari-hari biasanya. Ada yang mencari bahan dan bumbu masakan untuk menu sajian buka nanti. Sebagian lainnya justru memang merencanakan makan di restoran itu.

Laporan Arab News menyebut bahwa para penjual juga menjajakan barang dagangannya dengan keramahan. Mereka pun menyanyikan lagu-lagu warisan nenek moyang mereka sembari menjual makanan khasnya.

Makanan buka puasa yang biasa disantap orang-orang Makkah antara lain adalah foul, hab, sambosa, dan subiya. Keempatnya seakan menjadi makanan 'wajib' dalam buka puasa mereka, sebuah sajian yang tak boleh ditinggal pada bulan kesembilan di tahun Hijriah ini.

Makanan tersebut memberikan sentuhan khas di indra penciuman dan pengecap mereka. Pasalnya, itu di antara yang memberikan suasana Ramadan bagi mereka. Hab dan foul misalnya yang merupakan salah satu jenis sup khas Arab dan didampingi sambosa, yaitu makanan ringan  yang mendampingi sup itu.  Sementara subiya adalah minuman dingin yang banyak dibuat dan dijajakan secara khusus pada bulan puasa saja.

Sajian Ramadan di Makkah bukan saja soal makanan. Namun atmosfer dan suasana yang dibangun juga memiliki kekhasannya tersendiri. Bahkan di masa dulu, vibe-nya lebih terasa dengan kebiasaan masyarakat untuk mengecat ulang rumahnya, baik dalam maupun luarnya. Lampu-lampu juga menghiasi jalanan mereka.

Di samping itu, kaula muda di sana datang menemui para peziarah atau jamaah umrah sembari menyuguhkan zamzam dan kurma dengan wadah yang cantik. Pun mereka juga berbincang sembari melayani yogurt dan kopi. Hal demikian ini dilakukan sepanjang bulan suci.

 


$data['detail']->authorKontri->kontri

Syakir NF
Jurnalis tingkat muda. Peserta program Micro-Credential di Amerika Serikat, Beasiswa non-Degree Dana Abadi Pesantren Kementrian Agama (Kemenag) berkolaborasi dengan LPDP dan Lembaga Pendidikan di Amerika Serikat.


Editor:
Al-Quran Digital

Mozaik Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo