Arina.id - Sholat sunah yang selama ini dianjurkan dalam islam memiliki waktu pelaksanaan yang identik dengan namanya. Misal penamaan sholat sunah Dhuha karena memang dilaksanakan di waktu terbitnya matahari dan sholat Tahajud serta Tarawih karena dilaksanakan di waktu malam hari.
Khusus berkenaan dengan sholat Tahajud, kebanyakan umat Islam tidur terlebih dahulu kemudian bangun di sepertiga malam untuk melakukannya. Kemudian sholat Tahajud diakhiri sholat sunah Witir. Hal ini berdasarkan hadits:
اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
Artinya: "Jadikan sholatmu yang paling akhir di waktu malam berupa sholat Witir." (HR Bukhari Muslim).
Mengingat tradisi yang berkembang di Indonesia, khususnya pada saat bulan Ramadan, seringkali sholat Witir dilaksanakan langsung setelah melaksanakan sholat Tarawih, sehingga memunculkan permasalahan tersendiri, yakni ketika seseorang ingin melaksanakan sholat Tahajud tapi terlanjur sudah melaksanakan Witir seusai Tarawih.
Bolehkah melaksanakan sholat Tahajud setelah melakukan sholat Witir?
Para ulama mazhab Syafi'i menjelaskan bahwa sholat Tahajud setelah melakukan sholat Witir itu diperbolehkan. Pasalnya, perintah untuk menjadikan sholat Witir sebagai penutup malam hanya sebatas perintah yang bersifat anjuran, bukan kewajiban.
Namun, hal yang baik bagi orang yang memiliki niat untuk sholat Tahajud di malam hari adalah mengakhirkan sholat Witir agar dilaksanakan setelah sholat Tahajudnya dan menjadi penutup sholat malamnya.
Jika ternyata ia telah melaksanakan sholat Witir terlebih dahulu karena kebetulan dilakukan setelah sholat Tarawih, maka selepas sholat Tahajud ia tidak perlu sholat Witir lagi.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Syekh Ibrahim al-Baijuri sebagai berikut:
ويسن جعله آخر صلاة الليل لخبر الصحيحين: اجعلوا آخر صلاتكم من الليل وترا. فإن كان له تهجد أخر الوتر إلى أن يتهجد، فإن أوتر ثم تهجد لم يندب له إعادته، بل لا يصح، لخبر : لا وتران في ليلة اهـ
Artinya: "Disunahkan menjadikan sholat Witir pada sebagai akhir sholat malam, berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim: Jadikan sholatmu yang paling akhir di waktu malam berupa sholat Witir. Apabila ia ingin melaksanakan sholat Tahajud, maka sholat Witirnya diakhirkan setelah Tahajud. Namun jika ia melakukan sholat Witir lebih dulu kemudian baru melakukan sholat Tahajud, maka dia tidak disunahkan mengulang sholat Witir, bahkan (menurut sebagian pendapat) tidak sah jika diulang, berdasarkan hadits: Tidak ada pelaksanaan sholat Witir dua kali pada satu malam." (Syekh Ibrahim al-Bejuri, Hasyiyah al-Baijuri, juz 1, halaman: 132)
Senada dengan keterangan dalam kitab Rahmah al-Ummah:
وإذا أوتر ثمّ تهجّد لم يعده على الأصح من مذهب الشافعى ومذهب أبي حنيفة
Artinya: "Apabila seseorang telah melaksanakan sholat Witir kemudian ia hendak bertahajud, maka sholat Witir tidak perlu diulang menurut qaul ashah dari mazhab Syafii dan Mazhab Abi Hanifah." (Syekh Muhammad bin Abdurrahman, Rahmah al-Ummah, halaman: 55)
Walhasil, dari sini dapat disimpulkan bahwa melaksanakan sholat Tahajud setelah sholat Witir adalah hal yang tidak perlu dipermasalahkan dan tidak perlu untuk mengulang sholat Witir lagi menurut pendapat terkuat dalam mazhab Syafii.
Sebagai saran, seseorang yang memiliki niatan kuat untuk melaksanakan sholat Tahajud atau sholat sunah lain di pertengahan malam, maka sebaiknya tidak perlu tergesa-gesa menunaikan sholat Witir selepas Tarawih. Sebaiknya sholat Witir ditangguhkan hingga benar-benar ia selesai melaksanakan sholat Tahajud atau sholat sunah lainnya, baru kemudian ditutup dengan sholat Witir. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor:


