Arina.id - Ada semacam kepercayaan di kalangan ulama mengenai keistimewaan dan keutamaan Hari Rabu sebagai waktu yang tepat untuk memulai kegiatan belajar, terutama ilmu agama.
Meskipun secara umum semua hari adalah baik dan tidak pantas dianggap sial, Islam memang mengagungkan hari-hari tertentu, seperti Jumat sebagai rajanya hari.
Dalam persoalan mengawali mencari ilmu, atau mulai mondok disebutkan dalam Kitab Ta'limul Muta'allim halaman 28, hendaknya memulai di hari Rabu karena ada rahasia dan manfaat besar jika hal itu dilakukan. Syaikh Burhanuddin juga melakukan demikian:
كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يوقف بداية السبق على يوم الأربعاء، وكان يروى فى ذلك حديثا ويستدل به ويقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من شيئ بدئ يوم الأربعاء إلا وقد تم
Artinya: "Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin memulai belajar tepat pada hari Rabu. Dalam hal ini beliau telah meriwayatkan sebuah hadits sebagai dasarnya, dan beliau mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: ” tiada lain segala sesuatu yang di mulai pada hari Rabu, kecuali akan menjadi sempurna.”
Imam Sakhawi berpendapat lain tentang hadis tersebut:
قال الحافظ السخاوي رحمه الله : حَدِيث: (مَا بُدِئَ بِشَيْءٍ يَوْمَ الأَرْبَعَاءِ إِلا تَمَّ) : لم أقف له على أصل .
Artinya: "Imam Sakhawi mengatakan, hadits: tiada lain segala sesuatu yang di mulai pada hari Rabu, kecuali akan menjadi sempurna itu tidak ditemukan sumbernya."
Meski demikian, kebiasaan memulai sesuatu yang baik pada hari Rabu rupanya diikuti oleh ulama-ulama lain. Syaikh Ibrahim bin Ismail, dalam syarah kitab Ta'lim, menyatakan bahwa segala sesuatu, khususnya mencari ilmu, jika dimulai pada hari Rabu akan mencapai kesempurnaan.
Di dalam halaman yang sama, Syaikh Az Zarnuji mengatakan:
وهكذا كان يفعل أبو حنيفة وكان يروى هذا الحديث عن أستاذه الشيخ الإمام الأجل قوام الدين أحمد بن عبد الرشيد رحمه الله. وسمعت ممن أثق به، أن الشيخ يوسف الهمذانى رحمه الله، كان يوقف كل عمل من الخير على يوم الأربعاء.
Artinya: "Bahkan, Imam Abu Hanifah juga melakukan hal serupa dan meriwayatkan hadis tersebut dari gurunya, Syaikh Qawamuddin Ahmad bin Abdur Rasyid. Selain itu, Syekh Yusuf Al-Hamdani juga dikenal menempatkan semua perbuatan baiknya pada Hari Rabu."
Dalam syarahnya kitab Ta'lim yang ditulis Syaikh Ibrahim bin Ismail dikatakan, apapun itu, terutama mencari ilmu jika dimulai pada Hari Rabu akan menjadi nyata kesempurnaannya.
وهذا لأن يوم الأربعاء يوم خلق فيه النور، وهو يوم نحس فى حق الكفار فيكون مباركا للمؤمنين
Artinya: "Demikianlah, karena pada hari Rabu itu Allah menciptakan cahaya, dan hari itu pula merupakan hari sial bagi orang kafir yang berarti bagi orang mukmin hari yang berkah."
Disebutkan dalam syarahnya, ada riwayat yang mengatakan, Allah tidak menyiksa sebuah kaum dengan menenggelamkannya di bumi, atau merubah fisiknya menjadi kera atau babi, kecuali dilakukan di hari Rabu akhir pada suatu bulan.
Oleh karena itulah, alasan di balik keistimewaan hari Rabu ini adalah karena pada hari tersebut Allah menciptakan cahaya dan menjadi berkah bagi kaum Mukmin. Sementara itu, bagi orang kafir, hari Rabu justru dianggap sebagai hari sial.
Selain itu, para ulama meyakini bahwa memulai belajar pada hari Rabu adalah bentuk tafa'ul (mengharapkan kebaikan), agar cahaya ilmu dapat meresap dan sempurna bagi para penuntut ilmu, seperti halnya cahaya yang diciptakan Allah pada hari itu. Wallahu a'lam.
Editor:


