Fase dan Hikmah Diturunkannya Al-Qur'an

Fase dan Hikmah Diturunkannya Al-Qur'an

Arina.id - Bulan Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan untuk berpuasa dan menunaikan sholat Tarawih, tetapi juga terkenal sebagai bulan Al-Qur’an. Salah satu momen penting yang diperingati dalam bulan ini adalah Nuzulul Qur’an, yaitu malam turunnya Al-Qur’an, yang secara tradisi jatuh pada tanggal 17 Ramadhan setiap tahun.

Setiap Muslim perlu memahami bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merefleksikan tahapan-tahapan turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad. Berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya yang diturunkan sekaligus, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap.

Prof. Dr. Nuruddin Ittr dalam Ulumul Qur’anil Karim menjelaskan bahwa Al-Qur’an turun melalui 3 fase:

  1. Fase pertama, dari Allah ke Lauhul Mahfudz.
  2. Fase kedua, dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia atau Baitul Izzah secara keseluruhan.
  3. Fase ketiga, dari Baitul Izzah ke hati Nabi Muhammad secara bertahap selama 23 tahun (Nuruddin Ittr, Ulumul Qur’anil Karim, Rembang: Maktabah Al-Anwariyah, tt., hlm. 26).

Hal ini sejalan dengan catatan al-Suyuthi dalam al-Itqan, yang menyebut bahwa pendapat yang paling sahih dan populer adalah Al-Qur’an turun ke langit secara utuh pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan secara bertahap selama 20–24 tahun sesuai masa tinggal Nabi di Makkah setelah Bi’tsah (Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthi, Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 2018, hlm. 64).

Selain itu, istilah yang digunakan dalam Al-Qur’an juga membedakan antara turunnya wahyu sekaligus dan bertahap. Fakhruddin al-Razi menegaskan bahwa kata al-Tanzil merujuk pada penurunan bertahap (tadrij), sedangkan al-Inzal untuk yang diturunkan sekaligus, seperti yang tercermin dalam penggunaan istilah Nazzala untuk Al-Qur’an dan Anzala untuk Taurat dan Injil (Fakhruddin al-Razi, Mafatih al-Ghayb, Beirut: Darul Fikr, tt., juz V, hlm. 93).

Prof. Nuruddin Ittr juga menekankan hikmah dari kedua fase turunnya Al-Qur’an:

  • Fase keseluruhan menegaskan kemuliaan Al-Qur’an sebagai kitab terakhir dan memberi kabar kepada penduduk langit tentang Nabi terakhir.
  • Fase bertahap memperkuat hati Nabi, membantu menghadapi situasi dakwah yang baru, memelihara umat, dan menunjukkan keistimewaan I’jazul Qur’an (Nuruddin Ittr, Ulumul Qur’anil Karim, hlm. 27).

Dengan demikian, Al-Qur’an memiliki karakteristik unik dibanding kitab terdahulu, yakni 3 fase penurunan yakni Lauhul Mahfudz, Baitul Izzah, dan hati Nabi, serta dua model penurunan, yaitu keseluruhan pada dua fase pertama dan bertahap pada fase terakhir. Al-Qur’an juga merupakan penyempurna dan penutup dari kitab-kitab sebelumnya. Wallahu a’lam bish shawab.


Editor:
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo