Menguji Komitmen saat Pernikahan Terpisah Jarak

Menguji Komitmen saat Pernikahan Terpisah Jarak

Menikah tapi tak bersama atau long distance marriage benar-benar menyiksa dan tak mudah menjalaninya. Tantangannya terlalu besar. Namun komitmen dan komunikasi bisa membuat pernikahan itu tetap hangat.

Tidak mudah bagi Jordan Murphy pemuda asal London melalui hari-harinya seorang diri. Meski janji suci telah mengikat ia dan istrinya dengan bait "sampai maut memisahkan", keduanya terpaksa tinggal terpisah.

“Aku tidak punya pilihan dengan siapa aku jatuh cinta. Dia orang yang sempurna, kebetulan ia tinggal ribuan mil jauhnya,” kata Murphy tentang jaraknya dengan sang istri Mariel Latourneau yang tinggal di New York, Amerika Serikat – yang terpisah oleh Samudera Atlantik, seperti dikutip dari The Guardian.

Murphy pertama kali bertemu dengan Latourneau pada 2015 di sebuah proyek produksi musik di bagian utara New York, Amerika Serikat. "Aku langsung jatuh cinta padanya," ungkap Murphy. Beruntung sekali, perasaan cintanya terbalaskan. Mereka pun menjalin asmara meski Murphy harus kembali ke kampung halamannya. Setelah tiga bulan di London, Murphy terbang kembali ke New York demi menemui sang pujaan hati.

Pada Desember 2017 silam, keduanya memutuskan menikah. Mereka juga mengajukan permohonan visa untuk Latourneau agar ia bisa tinggal di London sebagai bentuk "balas dendam" atas jarak yang telah memisahkan mereka bertahun-tahun. 

"Kami mengirim pesan ketika salah satunya sudah tidur," ucap Murphy. "Jadi rasanya aneh karena responsnya lambat. Dan kalau kami latihan untuk pertunjukan, waktu menelepon pasangan jadi semakin sedikit. Itu berat sekali rasanya. Kami  juga pernah salah paham. Saat salah satu dari kami  mau curhat, tapi yang lainnya sibuk," tuturnya.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Vrutika Shah. Bedanya, Shah dan suaminya terpaksa tidak tinggal seatap karena suami Shah bekerja sebagai pedagang di Angkatan Laut. Ia biasanya ditinggal berlayar selama enam bulan.

Shah bertemu suaminya pada 2017 dan menikah lima tahun kemudian. Mengetahui mereka menikah tapi tak bersama, banyak orang bersimpati kepadanya. "Sejujurnya, aku agak bosan dengan pesimisme yang muncul seiring dengan konsep hubungan jarak jauh," kata Shah, sebagaimana dinukil dari Brides.

Pernikahan yang terpisah jarak atau long distance marriage (LDM) adalah kondisi yang menggambarkan hubungan pasangan suami istri yang secara fisik terpisah satu sama lain atau tidak tinggal bersama. Pernikahan seperti ini tentu saja membutuhkan komitmen yang lebih serius dibandingkan dengan hubungan jarak jauh atau long distance relationship saat mereka berpacaran.

Sama dengan hubungan romantis lainnya, LDM juga menuntut keintiman fisik. Namun itu menjadi hal yang tak mudah bagi mereka para pasutri LDM. Sebab jarak adalah tantangan utama mereka. Andai pelakunya menganggap hubungan mereka tidak akan berhasil, itu akan meningkatkan potensi perceraian. Kendati begitu, pernikahan jarak jauh merupakan hal yang mungkin dilakukan, bahkan menjadi pilihan beberapa orang – juga karena keadaan yang memaksa seperti itu seperti halnya Shah. 

Plus Minus Pernikahan Terpisah Jarak  

Meski tak mudah menjalaninya, pernikahan jarak jauh memiliki sisi positif dan juga kekurangan.  Masing-masing dari mereka memiliki waktu luang yang lebih banyak dengan mengisi dengan berbagai kegiatan yang positif. Misalnya, dengan melakukan hobi, merenungkan kehidupan pribadi, mencapai tujuan pribadi yang belum tercapai, dan memperoleh pandangan baru atau perspektif berbeda tentang hubungan yang terpaut oleh jarak.

Kekurangannya, tentu juga ada. Namun seperti pepatah bijak, kekurangan bukanlah berarti jadi penghalang melainkan menjadi tantangan untuk ditaklukkan. Dilansir Couples Coaching, kunci agar pernikahan jarak jauh berhasil adalah dengan mengetahui cara menangani jarak. 

Berikut beberapa keadaan yang harus ditaklukkan:  

  1. Perasaan hampa, aneh, dan bingung karena berada jauh dari pasangan.
  2. Kurangnya keintiman fisik dalam pernikahan jarak jauh dapat membuat pasutri LDM merasa frustasi secara seksual sehingga memunculkan keinginan untuk mencari teman sebagai pelampiasan.
  3. Jika memiliki anak, perlu mempertimbangkan bagaimana jarak dan keadaan memengaruhi anak mereka.
  4. Pernikahan adalah sebuah komitmen serius yang dibangun untuk menyatukan dua orang agar terus bersama hingga akhir hayat. Namun jarak jauh menjadi ujian bagi komitmen itu dan bisa menjadi beban bagi pasangan yang menjalaninya.

Komunikasi yang Baik adalah Kunci 

Komunikasi berperan besar dalam mempertahankan hubungan jarak jauh dan pernikahan jarak jauh. Dengan berkomunikasi, suami istri yang menjalani pernikahan jarak jauh bisa menjaga hubungan emosional mereka dan bisa mengekspresikan diri dengan bebas, tanpa rasa takut akan konflik atau dihakimi. Selain keintiman fisik, komunikasi yang efektif adalah alasan utama lainnya mengapa pasangan suami istri berjuang untuk memiliki hubungan jarak jauh yang sehat.

Komunikasi dalam hubungan jarak jauh berbeda dengan cara ketika pasangan suami istri hidup bersama. Dalam hubungan jarak jauh, mereka hanya dapat mengandalkan pesan teks, panggilan telepon, dan panggilan video untuk mengekspresikan diri. Menyampaikan pikiran dan perasaan kepada pasangan melalui cara online nyatanya lebih menantang daripada menyampaikannya secara langsung.

Tips menjaga komunikasi efektif saat menjalin pernikahan jarak jauh

  1. Menulis pesan menggunakan kata dan kalimat yang lengkap dengan sangat teliti dan berhati-hati untuk menghindari kesalahpahaman.
  2. Meluangkan waktu untuk membaca pesan dari pasangan secara cermat, daripada membacanya terbaru-buru.
  3. Jika ragu, mintalah pasangan untuk mengklarifikasi apa yang ingin mereka sampaikan.
  4. Mengonfirmasi maksud pesan yang dirikirim pasangan.
  5. Memberikan kejelasan terkait pernikahan jarak jauh pada pasangan. Hal ini dilakukan agar pasangan tidak merasa bingung serta menghindari kesalahpahaman dan pertengkaran yang tidak perlu.


Editor:
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo