Dark
Light
Dark
Light

Lepas Kloter Pertama Jamaah Haji 2025, Menag Imbau Jemaah Tak Lupa Kartu Identitas

Lepas Kloter Pertama Jamaah Haji 2025, Menag Imbau Jemaah Tak Lupa Kartu Identitas

Jakarta, Arina.id — Menteri Agama RI Nasaruddin Umar resmi melepas keberangkatan kloter pertama jamaah haji Indonesia tahun 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (1/5/2025) malam.

Sebanyak 7.514 jamaah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia. Untuk Jakarta, kloter pertama dijadwalkan terbang tengah malam. 

"Insyaallah tengah malam nanti (Jumat dinihari, 2 Mei 2025) akan berangkat. Kita tadi sudah berikan semacam pelepasan singkat formal," ucap Menag Nasar.

Dalam sambutannya, Menag mengingatkan jamaah untuk tidak melupakan hal-hal teknis yang sering dianggap sepele, seperti membawa kartu identitas.

“Jangan sampai ketinggalan kartu identitas. Saya sendiri pernah ditolak masuk Masjidil Haram karena lupa membawa kartu, padahal saya tamu Raja Saudi,”imbau Menag Nasar.

Ia juga mengimbau jamaah untuk tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah hingga mengabaikan kewajiban.

"Jangan paksakan diri menyelesaikan arba’in (shalat 40 waktu di Masjid Nabawi) sampai jatuh sakit. Yang wajib adalah menyempurnakan rukun haji di Mekah,” kata Menag.

"Jangan sampai siang malam sibuk umrahkan almarhum nenek, tapi ketika wukuf di Arafah malah kehabisan tenaga,”tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan jamaah haji untuk menjaga lisan dan fokus pada ibadah saat tiba di Tanah Suci.

“Lebih berat puasa bicara daripada puasa makan. Kendalikan mulut, peganglah tasbih atau Al-Qur’an,” imbaunya.

Ia menegaskan bahwa ujian sesungguhnya dari kemabruran haji justru datang setelah jamaah kembali ke tanah air.

“Haji yang diterima tidak ditentukan di Tanah Suci, tapi kemabruran diuji setelah pulang. Masihkah kita menjaga diri dari ghibah dan dusta?”ucap Menag.

Adapun jumlah total jamaah haji Indonesia tahun ini mencapai 221.000 orang, terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Jumlah ini sudah termasuk cadangan lunas sebagai antisipasi jamaah yang berhalangan.

Menag mengungkapkan bahwa jumlah ini sudah mencakup cadangan lunas sebagai bentuk antisipasi.

"Alhamdulillah kita sudah mendatangkan semuanya bahkan melebihi 100 persen. Kita siapkan cadangan lunas untuk menggantikan jamaah yang berhalangan karena sakit, meninggal, atau tidak bisa meninggalkan pekerjaan,” tandasnya.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo