Jakarta, Arina.id ~ Sejak 2015 hingga 2024 Kemenag telah menyalurkan 3,8 triliun beasiswa Bidikmisi atau KIP Kuliah untuk 156.425 mahasiswa di 541 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Kemenag juga telah mengalokasikan 62 triliun untuk jenjang profesi guru dan 4 triliun untuk insentif guru.
"Ini bagian dari penghargaan Kemenag kepada para guru, para insan pendidik yang menjadi jaminan bahwa anak-anak kita para santri bisa melampaui masa depan," ujar Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas dalam acara Religion Festival di JIExpo, Jakarta, Rabu (9/10/2024) malam.
"Tentu ini pencapaian yang membanggakan," imbuhnya.
Tidak hanya perguruan tinggi, Kemenag juga mendorong program kemandirian ekonomi pesantren. Melalui program kemandirian ekonomi pesantren, sekarang terbentuk 436 badan usaha milik pesantren. Sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.
Sementara Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said menjelaskan aspek kelembagaan di Kemenag juga makin kuat.
"Kami juga mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai kementerian/lembaga dengan inovasi terbaik dari Kemenpan RB. Kemudian dari aspek kelembagaan lainnha yakni aksi pencegahan korupsi," katanya.
Kementerian Agama (Kemenag) juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk akses layanan pendidikan untuk para guru madrasah dan para santri.
Untuk mewujudkan layanan pendidikan secara fleksibel bagi para guru di madrasah dan para santri, Kemenag berhasil mencetuskan satu terobosan yang patut dibanggakan yaitu pendirian Cyber Islamic University (CIU), Universitas Islam Negeri Siber Syekhnurjati Cirebon (UIN SSC).
Terobosan di bidang pendidikan yang menjadi salah satu program prioritas Kemenag tersebut, saat ini juga menjadi Kampus Islam Siber pertama di Indonesia.
CIU yang dimulai sejak 2021 itu dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat ini sudah berhasil berkembang menjadi 6 prodi pada tahun 2024 dengan total sebanyak 4.200 mahasiswa.
Editor: Muhammad Faizin


