Yogyakarta, Arina.id – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi Hasan menegaskan bahwa sebagai kampus dengan status Badan Layanan Umum (BLU), UIN Sunan Kalijaga didorong untuk semakin mandiri.
Dia menyampaikan bahwa dana UKT harus kembali kepada mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan, bukan hanya dinikmati oleh para pejabat, termasuk dirinya sebagai Rektor.
"Jabatan tersebut bukanlah sarana untuk menambah pundi-pundi rupiah," kata Prof Noorhaidi saat audiensi dengan delegasi Dewan Mahasiswa (Dema) usai peringatan HUT Ke-79 RI, Sabtu (17/8/2024) dikutip dari uin-suka.ac.id uin-suka.ac.id.
Pada pertemuan yang berlangsung di lobi Lantai I Gedung Pusat Administrasi Umum (PAU) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu, Prof Pof Noorhadi menambahkan, secara ekonomi ia dan istrinya sebagai Guru Besar sudah mencukupi.
Reval, Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dalam audiensi tersebut menekankan pentingnya kesesuaian antara biaya UKT dengan manfaat yang diterima mahasiswa, baik dari segi fasilitas maupun mutu akademik.
Reval mengatakan masalah UKT yang menjadi sorotan, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang merasa kesulitan untuk mencapai kesuksesan.
Menanggapi hal itu, Prof Noorhaidi menjelaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga menyediakan hak banding setelah satu semester, yang merupakan kebijakan yang sangat baik. "Yang berhak untuk diturunkan, kita turunkan. Kita doakan rezeki Mahasiswa baru bisa baik," jelasnya.
Salah satu bukti kepedulian negara dan kampus terhadap pendidikan adalah dengan ditetapkannya 500 Bahasiswa Baru yang mendapatkan KIP. SK terkait UKT tersebut akan dihitung oleh negara, dan ketika nominal tidak sesuai, akan diperiksa oleh Inspektorat Jenderal Kemenag.
Selain itu, dana bantuan studi juga dapat diperoleh dari filantropi, derma, serta dukungan dari perusahaan maupun alumni.
Prof Noorhaidi berkomitmen bahwa UKT yang dibayarkan mahasiswa akan dikembalikan dalam bentuk fasilitas dan layanan yang sesuai. UIN Sunan Kalijaga, kata dia, tetap harus diingat sebagai kampus rakyat.
Dia pun menyatakan impiannya bahwa di era kepemimpinannya, UIN Sunan Kalijaga harus bebas dari korupsi, bersih dari pelanggaran amoral, dan mampu melakukan perubahan yang berarti. Dia juga menargetkan dalam tiga bulan ke depan, kampus harus terlihat lebih indah, rapi, dan segar, baik secara fisik maupun virtual.
Editor: Kendi Setiawan


