Arina.id ~ Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengungkapkan 7 hikmah ibadah puasa yang dapat di mengerti oleh akal manusia. Pertama menurutnya, puasa dapat mensucikan jiwa untuk selalu taat kepada perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya.
Saat orang melaksanakan ibadah puasa maka ia telah rela meninggalkan yang halal (makan, minum, dsb) bagi dirinya demi mentaati perintah-Nya,” ungkapnya dalam Buku Menyingkap Tabir Puasa Ramadhan yang dikutip Arina.id, Senin (11/3/2024).
Kedua lanjutnya, puasa dapat menjaga dan mengobati penyakit raga dan jiwa, tetapi lebih utama adalah terapi untuk kesehatan jiwa. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia tercipta dari tanah liat sebagai simbol kehinaan juga terdiri dari ruh yang ditiupkan oleh Allah Swt.
Jika umat manusia lebih dominan pengaruh tanah liatnya maka cenderung berbuat yang rendah dan hina. Demikian juga ketika ruh lebih dominan maka manusia akan mencapai kemuliaan yang tinggi.
Ketiga, puasa dapat melatih keuletan, kegigihan dan kesabaran. Tidak ada capaian apapun oleh seseorang kecuali karena kemauannya yang tinggi. Tidak mungkin dapat mencapai cita-cita yang tinggi tanpa kesabaran dalam meraihnya.
“Tidak mungkin menggapai kebaikan tanpa kesabaran untuk meninggalkan maksiat dan kemungkaran,” tegasnya.
Keempat, gejolak hawa nafsu adalah pendorong seseorang untuk berbuat asusila. Banyak terjadi kehidupan seks bebas sehingga menimbulkan penyakit menular karena prilaku seks bebas yang menyimpang. Sedangkan ibadah puasa telah terbukti sebagai terapi untuk membendung gejolak syahwat dan mengendalikannya.
“Bahkan ketika anak muda yang tidak mampu menikah maka terapinya adalah puasa,” jelasnya.
Kelima, puasa dapat mengasah rasa syukur dan merasakan betapa berharganya karunia nikmat-Nya. Saat orang melaksanakan ibadah puasa dapat merasakan betapa pedihnya rasa lapar dan haus sehingga terasa berharganya nikmat makan dan minum.
Sebab, suatu nikmat akan lebih terasa setelah nikmat itu hilang. Puasa dalam waktu tertentu dapat merasakan betapa berharganya hilangnya nikmat makan, minum dan syahwat yang dikaruniakan oleh Allah Swt.
Keenam, puasa yang berlaku umum kepada semua umat Islam dapat menjadi pelajaran penting betapa semuanya dapat merasakan kemiskinan dan kekurangan dalam waktu tertentu meskipun diantara mereka berkecukupan.
Ketujuh, Puasa dapat mengangkat derajat manusia menuju ketakwaan yang sejati. Sebab saat berpuasa telah melatih organ tubuhnya dan batinnya untuk meninggalkan prilaku tak terpuji dan mengasah ketakwaannya.
“Ramadhan pada dasarnya adalah balai pelatihan yang mendidik dan melatih umat Muslim menjadi manusia yang utuh. Pelaksanaan ibadah puasa dapat meremajakan organ tubuh yang mulai layu dan dapat mempertebal keimanan sehingga mudah menggapai predikat orang yang bertakwa,” pungkasnya.
Editor: Muhammad Faizin


