Arina.id. Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meletus pada hari ini, Senin, 3 Maret 2025. Akibat erupsi, warga dilarang beraktivitas dengan radius 4 Km.
Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia. terbaru, Gunung Dukono erupsi lagi pada hari Senin, 3 Maret 2025, pukul 08:17 WIT.
Tinggi kolom letusan gunung api ini teramati ± 1.200 m di atas puncak (± 2287 m di atas permukaan laut). Kolom abu yang teramati tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Sementara mengutip laporan Antaranews, Senin, 3 Maret 2025, petugas Pos PGA Dukono, Bambang Sugiono, membenarkan kejadian meletusnya Gunung Dukono.
"Iya tadi erupsi dengan tinggi kolom abu yang teramati 1.200 meter di atas puncak (± 2.287 meter di atas permukaan laut)," ungkap Bambang.
Erupsi Gunung Dukono terekam pada seismogram dengan amplitudo 27 mm. Lama gempa 54.40 detik dari Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Dukono dalam kondisi Level II (WASPADA). Artinya, level ini masih di bawah Level III (SIAGA) dan Level IV (AWAS) atau di atas Level I (NORMAL).
Rekomendasi atas Dampak Negatif Letusan
Tim MAGMA Indonesia. juga turut memberikan rekomendasi atas dampak negatif letusan Gunung Dukono.
Pertama, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 Km.
Rekomendasi kedua adalah selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut. Hal ini dapat digunakan ketika dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Berikut dua rekomendasi yang dikeluarkan MAGMA Indonesia. atas dampak negatif letusan Gunung Dukono:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
2. Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Pada hari Minggu, 2 Maret 2025, Gunung Dukono juga mengalami erupsi pada pukul 09:17 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 1900 m di atas puncak (± 2987 m di atas permukaan laut).
Kolom abu saat itu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.
Sabtu, 1 Maret 2025, Gunung Dukono juga meletus pada pukul 08:28 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 2500 m di atas puncak (± 3587 m di atas permukaan laut).
Kolom abu dilaporkan teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Pada hari yang sama, Gunung Dukono erupsi pukul 06:50 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 3087 m di atas permukaan laut).
Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Editor: Abdul Fatah


