Dark
Light
Dark
Light

Ketum MUI: Perputaran Ekonomi Tak Boleh Berkutat pada Orang Kaya Saja

Ketum MUI: Perputaran Ekonomi Tak Boleh Berkutat pada Orang Kaya Saja

Jakarta, Arina.id - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengingatkan bahwa perputaran ekonomi tidak boleh berputar-putar hanya di antara orang-orang kaya saja. Ekonomi harus berpihak pada kemaslahatan rakyat secara umum.

"Dan itu sesuai dengan yang difirmankan dalam Al-Qur'anul Karim. كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ (supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu)," katanya mengutip Al-Quran Surat Al Hasyr ayat 7 saat memberi Tujihat pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV 2024 di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2024).

Hal ini menurutnya menjadi salah satu tugas MUI sebagai sadiqul hukumah atau mitra pemerintah untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang makmur dan sejahtera dalam perekonomian.

Mukernas tersebut menjadi langkah MUI dalam memberi pelayanan kepada umat dan peduli kondisi masyarakat di bidang ekonomi. Rasulullah telah menyebutkan bahwa bukan golongan umat Islam mereka yang tidak peduli dengan permasalahan umat.

MUI dari sisi agama dan Pemerintah selaku pemegang kekuasaan menurutnya, harus bersinergi mewujudkan kemakmuran. Karena hakikatnya antara kekuasaan dan agama adalah dua hal yang harus bersinergi dan bagaikan dua bersaudara.

"Agama dan kekuasaan itu bagaikan dua saudara kembar. Agama itu fundamen dasar dan kekuasaan itu penjaga. Kekuasaan yang tidak mengindahkan agama, akan hancur karena tidak ada ruhnya," katanya mengutip maqalah Imam Ghazali.

"Tapi sebaliknya agama yang tidak dijaga oleh kekuasaan yang baik maka akan tersia-sia," imbuhnya.

Oleh karena itu agar sebuah kekuasaan tidak hancur, karena dimurkai Tuhan, dan agama tidak tersia-sia maka menurutnya sinergitas antara agama dan kekuasaan adalah keniscayaan. 

Konsep Pemerataan Ekonomi dalam Islam
Terkait dengan pemerataan ekonomi yang harus menyentuh semua elemen, bukan hanya berkutat pada kalangan orang kaya, salah satu peserta Mukernas Prof Mohammad Mukri mengungkapkan konsep yang diajarkan oleh Islam. Di antaranya adalah dengan konsep zakat, infak, dan sedekah.

"Konsep ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan pemerataan ekonomi yang pada akhirnya akan mewujudkan kesejahteraan dengan infak, sedekah, atau zakat," ungkap Ketua Umum MUI Lampung pada saat Mukernas tersebut.

Terkait dengan saling berbagi, umat Islam juga diimbau melakukannya bukan hanya saat lapang namun juga saat sempit. Sebagaimana dijelaskan dalam Ali 'Imran ayat 134 yang artinya: "(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."

Dari ayat ini bisa dipahami bahwa pada waktu sempit saja kita dianjurkan berbagi apalagi dalam keadaan lapang. "Memiliki jiwa sosial dengan berbagi demi kemakmuran bersama juga menjadi barometer keimanan dan ketakwaan pada Allah Swt," pungkasnya.

Mukernas juga dihadiri sejumlah tokoh, yakni KH Maruf Amin, Prof Nazaruddin Umar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Panglima TNI Agus Subiyanto; hingga Wamenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan serta para duta besar negara sahabat.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo