Dark
Light
Dark
Light

Tahun Baru, Doa dan Solidaritas Mengalir untuk Korban Bencana Sumatra

Tahun Baru, Doa dan Solidaritas Mengalir untuk Korban Bencana Sumatra

Jakarta, Arina.id - Malam hari, tepat di momen tahun baru, seorang kawan yang kini bertugas di Aceh Utara mengirim sebuah foto suasana pengungsi di Aceh yang tengah menonton film Jumbo. Inisiatif ini dilakukan rekanku dan sejumlah relawan dari Tim Siaga PMII untuk menemani malam tahun baru anak-anak di pengungsian.

"Tahun baru ku di sini, bersama Mereka. Lihat deh, mereka (anak-anak) antusias sekali menonton film jumbo yang kami putar dari netflix," ujar Lily mengirimkan foto dibumbui pesan.

Sayang sekali, balasan pesanku tak kunjung dia baca. Lily sempat bilang signal di sana masih sulit meski akses jalan mulai bisa dilalui. Pagi hari sebelumnya pada Rabu, 31 Desember 2025, Lily bercerita kondisi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang terdampak parah, belum ada aktivitas pembersihan sekolah dari lumpur-lumpur.

"Sekolah-sekolah tidak memungkinkan untuk proses belajar mengajar aktif kembali namun pemerintah mendorong agar tanggal 5 Januari anak-anak bisa beraktivitas sekolah kembali," kata Lily.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir beberapa waktu lalu mengatakan, kendala infrastruktur akibat bencana tidak boleh menjadi alasan terhentinya hak pendidikan anak-anak Aceh.

"Kondisi di lapangan memang menantang, di mana ada 78 unit sekolah yang masuk kategori rusak berat. Namun, saya instruksikan agar proses belajar mengajar tetap dilaksanakan. Pendidikan harus hadir sebagai pemberi kepastian di tengah situasi bencana,” kata Nasir.

Beberapa kawanku memilih merayakan tahun baru bersama warga terdampak. Tak hanya Lily dan kawan-kawannya, rekanku sesama jurnalis dan rombongan Tim Peduli NU kini berada di sebagian wilayah Aceh.

Malam tahun baru kali ini, tak ada pesta kembang api untuk menghormati bencana beberapa daerah khususnya Sumatra yang kini belum pulih total. Di Jakarta, langit malam tahun baru dihiasi Drone for Sumatra membentuk berbagai rupa mulai dari siluet Pulau Sumatra hingga tulisan "Jakarta For Sumatra" Mari Kita Panjatkan Doa, Mari Hening Sejenak.

Malam pergantian tahun di kawasan cagar budaya Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, juga diwarnai doa lintas agama. Beberapa menit sebelum 2025 berakhir, para tokoh agama naik ke panggung untuk memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing.

Harapan untuk 2026 yang lebih baik pun mengalir, disertai doa khusus bagi para korban bencana di Sumatra. Konser Roma Irama hingga Tulus tak henti mengajak para penonton yang hadir untuk mendoakan bencana Sumatra.

Presiden Prabowo Subianto juga menghabiskan malam tahun baru di Tapanuli Selatan. Presiden berbaur bersama warga, menyapa anak-anak dan nonton bareng film Jumbo.

Dalam sambutannya, Prabowo berjanji tahun mendatang pemerintahannya tidak akan meninggalkan rakyat yang terdampak musibah.

"Kita di tahun depan tidak akan ragu-ragu bertindak, melindungi kepentingan bangsa, kepentingan negara, dan terutama kepentingan rakyat kita," katanya.

"Percaya lah bahwa Pemerintahmu, pemimpin-pemimpinmu, presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian. Kita akan bersamamu," katanya disambut tepuk tangan warga.

PT PLN (Persero) mengungkap dampak kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Aceh. Di mana, skala kerusakan yang terjadi kali ini disebut jauh lebih parah dibandingkan bencana tsunami Aceh 2004.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo secara blak-blakan membandingkan tingkat kerusakan infrastruktur listrik saat ini dengan kejadian tsunami Aceh tahun 2004. Sebaran kerusakan akibat banjir kali ini justru lebih masif dan merusak ratusan titik vital kelistrikan yang tersebar di berbagai wilayah.

"Untuk bencana kali ini dibanding dengan tsunami 2004 itu sangat berbeda. Pada saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan ada di 8 titik, sedangkan bencana kali ini di Aceh ada 422 titik. Jadi skalanya sangat berbeda, kali ini sangat masif," ungkap Darmawan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana, disiarkan daring, dikutip Rabu (31/12/2025).

Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui informasi mengenai penanganan banjir di Pulau Sumatra. Korban meninggal dunia akibat banjir yang menghantam tiga provinsi di Sumatra bertambah 13 jiwa, sehingga total korban hingga Rabu kemarib mencapai 1.154 jiwa. Penambahan jumlah korban meninggal dunia itu berasal dari hasil penyisiran di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Bertambah 13 korban jiwa meninggal dunia. Sekali lagi kami menyampaikan simpati dan bela sungkawa yang mendalam untuk korban yang meninggal dunia. Sehingga, total korban meninggal dunia per hari ini bertambah menjadi 1.154 jiwa," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi dilaporkan menurun sekitar 17 ribu penduduk. Maka, total warga yang masih tinggal di tempat pengungsian mencapai 378.164.

Di tengah doa-doa pergantian tahun, Sumatra belum benar-benar pulih dari luka. Tahun baru datang tanpa kembang api, tanpa sorak, hanya harapan agar pemulihan tak berhenti di seremoni dan anak-anak yang menonton film di pengungsian kelak bisa kembali menonton masa depan mereka di ruang kelas yang utuh.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo