Jakarta, Arina.id Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan petir berpotensi terjadi di Tanjungpinang dan Bengkulu pada Jumat (30/10/2026). Hujan dengan intensitas sedang juga berpotensi mengguyur Bandung, sementara sejumlah wilayah lain diprakirakan mengalami hujan ringan.
Prakirawan BMKG Miftah Ali mengatakan, dinamika atmosfer berupa bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik turut memengaruhi potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Bibit siklon tropis 91B berada di Laut Andaman dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan udara minimum 1.009 hPa, bergerak ke arah barat-barat laut,” kata Miftah dalam tayangan informasi cuaca BMKG yang berlaku untuk Jumat (30/10/2026).
Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Laut Natuna. Kondisi tersebut membentuk daerah konvergensi dan perlambatan angin di sekitar Kalimantan Barat serta wilayah di sekitar sirkulasi siklonik.
“Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan awan sehingga meningkatkan potensi hujan di wilayah sekitarnya,” ujar Miftah.
Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah
Di Pulau Sumatra, potensi hujan petir terdapat di Tanjungpinang dan Bengkulu. Hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Pangkalpinang. Sementara itu, Palembang diprakirakan mengalami awan tebal dan Bandar Lampung berpotensi berkabut.
Beranjak ke Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Bandung. Adapun hujan ringan diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Mataram. Kupang berpotensi mengalami cuaca berawan.
Di Kalimantan, hujan ringan berpotensi turun di Tanjung Selor dan Palangka Raya. Pontianak diprakirakan berawan, sedangkan Samarinda dan Banjarmasin berpotensi mengalami kabut yang dapat mengganggu jarak pandang.
Sementara itu, di Sulawesi, hujan ringan berpotensi terjadi di Manado, Kendari, dan Mamuju. Gorontalo diprakirakan mengalami awan tebal, sedangkan Palu dan Makassar berpotensi berkabut.
Untuk wilayah Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi mengguyur Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke. Manokwari diprakirakan mengalami awan tebal, sementara Jayapura berpotensi berkabut.
BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus
Miftah juga mengingatkan pengguna transportasi udara agar mewaspadai keberadaan awan cumulonimbus yang berpotensi muncul di sejumlah wilayah. Awan tersebut berpotensi terbentuk di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Papua, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Potensi awan cumulonimbus juga terdapat di Samudra Hindia sebelah barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, dan Lampung, serta Laut Natuna Utara, bagian utara Selat Karimata, Laut Banda, dan Laut Seram.
“Karena itu, selalu ikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan,” kata Miftah.
Gelombang hingga 2,5 Meter dan Potensi Banjir Pesisir
Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, BMKG menyebut kondisi gelombang relatif kondusif. Meski demikian, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatra, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.
Gelombang dengan ketinggian serupa juga berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Bali, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara wilayah Maluku hingga Papua, serta Laut Arafura bagian timur.
BMKG turut mengingatkan masyarakat pesisir untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut. Potensi banjir pesisir atau rob diprakirakan terjadi di Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan pesisir Maluku.
“Tetap pantau informasi cuaca, sesuaikan aktivitas dan perjalanan, serta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim,” ujar Miftah.
Editor: Kendi Setiawan


