Dark
Light
Dark
Light

Topan Arnab Hantam Pesisir Tenggara India, Tiga Orang Tewas

Topan Arnab Hantam Pesisir Tenggara India, Tiga Orang Tewas

Andhra Pradesh, Arina.id — Departemen Meteorologi India (IMD) menyatakan, Topan Arnab menerjang Negara Bagian Andhra Pradesh di tenggara India sebagai “badai siklon sangat parah”. Kecepatan angin mencapai 125–135 kilometer per jam, dengan embusan hingga 150 kilometer per jam pada Rabu dini hari (28/10/2026).

Hujan deras tercatat mengguyur wilayah tersebut. Curah hujan di sejumlah daerah di Andhra Pradesh dan Odisha mencapai 30 sentimeter, menurut IMD. Pada Rabu sore, kekuatan badai melemah menjadi “depresi dalam”.

“Tiga orang meninggal dunia dan 31 rumah mengalami kerusakan,” kata Inspektur Jenderal Pasukan Tanggap Bencana Nasional India (NDRF), Narendra Singh Bundela, kepada wartawan.

Kepala Menteri Andhra Pradesh, Nara Chandrababu Naidu, menyampaikan terima kasih kepada para pejabat yang telah “bekerja tanpa kenal lelah sepanjang malam”.

Sekitar 50.000 orang di Andhra Pradesh dan 48.000 orang lainnya di negara bagian tetangga, Odisha, diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Rumah kami kebanjiran sehingga kami harus bertahan di tengah air,” kata Rajeshwari, 65 tahun. Perempuan yang hanya menyebutkan satu nama itu telah dievakuasi ke tempat penampungan yang dikelola pemerintah di dekat Kakinada.

Seorang pria mengayuh sepeda melintasi jalan yang tergenang air di Kakinada, Andhra Pradesh, pada 28 Oktober 2026, saat Topan Arnab mendarat. Foto: Noah Seelam/AFP.

Sepanjang malam, angin kencang merobohkan pepohonan dan hujan deras mengguyur Kota Pelabuhan Kakinada, yang berada dekat pusat badai. Gelombang besar juga menghantam pesisir.

Pada Rabu, warga mulai keluar rumah dan melintasi jalan-jalan yang terendam banjir. Kerusakan di kota tersebut tampak relatif terbatas.

Bertahan di dalam rumah
Petugas tanggap darurat juga sibuk membersihkan pohon tumbang dan puing-puing lain yang menghalangi jalan di kawasan pesisir terdampak.

“Syukurlah, kali ini kerusakannya tidak separah yang kami khawatirkan,” kata Hussain, 43 tahun, seorang pengusaha yang hanya menyebutkan satu nama.

Sadiq, 40 tahun, warga Kakinada, mengatakan kepada AFP bahwa situasi pada Selasa malam menjadi “sangat berbahaya”. Namun, peringatan dini dari pihak berwenang membantu warga mempersiapkan diri menghadapi badai.

“Banyak orang mengunci rumah mereka dan pindah ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Topan, yang dikenal sebagai hurricane di Atlantik Utara dan typhoon di Pasifik, merupakan ancaman yang kerap melanda Teluk Benggala dan wilayah utara Samudra Hindia.

Namun, musim badai kali ini diperparah oleh fenomena cuaca El Niño yang turut berkontribusi terhadap pemanasan ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Negara tetangga, Sri Lanka dan Nepal, juga telah mengeluarkan peringatan.

Otoritas penanggulangan bencana Nepal memperingatkan bahwa badai tersebut akan bergerak ke daratan menuju kawasan Pegunungan Himalaya, membawa hujan lebat serta “risiko tinggi hujan salju lebat, badai salju, dan longsoran salju”.

Nepal masih berupaya pulih dari banjir dahsyat pada 26 Agustus yang dipicu runtuhnya gletser di kawasan pegunungan. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan lebih dari 5.000 orang lainnya hilang.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo