Dark
Light
Dark
Light

Israel Klaim Bunuh Ali Shadmani, Jenderal Perang Iran yang Baru 5 Hari Menjabat

Israel Klaim Bunuh Ali Shadmani, Jenderal Perang Iran yang Baru 5 Hari Menjabat

Jakarta, Arina.id - Eskalasi perang Iran-Israel masih terus tinggi selama lima hari ini. Selasa pagi kemarin, 17 Juni 2025, Israel kembali melakukan serangan ke jantung Kota Teheran dan hampir seluruh wilayah Iran. Sementara Tehran pun kembali membalasnya dengan menembak rudal ke wilayah Zionis.

Israel juga mengklaim telah membunuh Jenderal Ali Shadmani, salah satu jenderal perang tertinggi militer Iran yang baru lima hari dilantik menggantikan pendahulunya, Mayjen Gholam Ali Rashid yang juga tewas dalam Operasi Rising Lion Israel, Jumat, 13 Juni 2025. Kabar tewasnya Shadmani ini banyak dilaporkan media-media yang pro-Israel.

Klaim kematian Shadmani ini disampaikan juru bicara pasukan pertahanan Israel atau Israel Defence Forces (IDF), Brigadir Jenderal Effie Defrin lewat akun Platform X IDF. "Untuk kedua kalinya dalam 5 hari, IDF telah melenyapkan Kepala Staf Perang Iran, komandan militer tertinggi rezim tersebut,” tulis IDF di akun X.

Meskipun, sampai sekarang Iran belum membenarkan kabar kematian jenderal tertingginya itu. Dalam lima hari ini, banyak petinggi militer Iran yang tewas dalam serangan bertubi-tubi yang dilakukan serdadu Israel. Shadmani dilaporkan tewas dalam serangan lanjutan Israel pada Selasa pagi yang menghantam pusat komando militer di jantung ibu kota Iran.

Israel menggambarkan Shadmani sebagai kepala staf Iran zaman perang, "pejabat militer yang paling senior" dan penasihat militer terdekat Khamenei. Ia dilaporkan ditunjuk untuk jabatan barunya setelah Israel membunuh mantan komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Gholam Ali Rashid, hari Jumat ini.

Sementara itu, seperti dilaporkan Aljazeera, serangan balasan Iran juga terus dilakukan. Roket-roket diluncurkan, dan terus menghujani sejumlah kota di Israel. Rudal bahkan dilaporkan jatuh dan meledak di dekat markas intelijen Israel (Mossad). 

Adapun soal negosiasi dengan Amerika, sampai sekarang juga dilaporkan masih deadlock. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis sebuah catatan berbahaya. Ia menyerukan agar warga sipil segera dievakuasi dari Tehran. Hal itu disampaikannya saat hendak menghadiri Konferensi Grup 7 (G7) di Kanada.

Trump mengatakan bahwa dalam konflik Iran vs Israel ini Amerika Serikat mencari "akhir sejati" dan bukan hanya gencatan senjata dalam konflik. Trump juga menulis beberapa kali dalam aplikasi di Platform Truth media sosialnya. Dalam salah satu posnya, ia berkata, "Kita sekarang memiliki kendali penuh dan penuh atas langit di Iran," tanpa menjelaskan siapa "kami" itu. 

Namun Israel dalam beberapa waktu lalu juga sempat membuat klaim awal tentang mengendalikan langit Iran, tanpa menyediakan bukti apapun. Meskipun pesawat-pesawat Israel dilaporkan sangat leluasa terbang di langit Teheran, kemudian menyerang dan menjatuhkan bom ke target-target yang ditentukan.

Di sisi lain, Iran menegaskan kalau sistem pertahanan udaranya masih beroperasi. Dalam akun @IranDailyMilitary, beberapa video sistem pertahanan Iran memblok serangan Israel juga diunggah. Tentara Iran juga mengklaim telah melacak dan menyadap 28 pesawat musuh selama 24 jam. 

Media-media barat juga mengutip unggahan Trump yang mengancam Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dengan mengatakan bahwa AS tahu di mana dia bersembunyi tapi tidak ingin dia dibunuh untuk saat ini sambil menambahkan kata-kata "menyerah tanpa syarat". Hal itu tentu memicu kekhawatiran yang dapat memicu perang regional lebih luas bila mereka memasuki konflik langsung dengan Iran.

Dalam perang Iran vs Israel ini agaknya keterlibatan Amerika semakin nyata. Israel sendiri sudah beberapa hari merayu Amerika agar bergabung dengan mereka, dan terlibat langsung dalam perang tersebut.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo