Arina.id ~ Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyoroti tantangan konflik global yang masih menghantui sejumlah negara di berbagai belahan dunia, termasuk Ukraina, Israel-Palestina, dan Myanmar.
Dalam pernyataannya pada Konferensi Moderasi Beragama Asia Afrika dan Amerika Latin (KMBAAA) di Gedung Merdeka, Gus Yahya mengingatkan bahwa penguasaan wilayah oleh negara-negara berkuasa kerap kali mengakibatkan pengabaian terhadap nilai kemanusiaan, bahkan mencampakkan konsensus PBB, sekaligus melegalkan tindakan genosida.
"Dalam menghadapi pertarungan yang tak berkesudahan, kita harus mengembalikan semua ini pada prinsip-prinsip PBB," ujar Gus Yahya
Gus Yahya prihatin terhadap kesenjangan yang semakin melebar antara cita-cita luhur Piagam PBB dan realitas global saat ini sejak disahkan pada tahun 1955. Ia menekankan pentingnya mengingatkan dunia akan tujuan awal PBB untuk menjaga prinsip-prinsip, termasuk hak asasi manusia dan martabat semua bangsa.
"Kita harus menegaskan kembali komitmen terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB di tengah dinamika global yang terus berkembang. Moderasi beragama menjadi kunci untuk selamat bersama, dan agama bisa menjadi sumber solusi bagi kemanusiaan," tambahnya.
Dalam konteks ini, perwakilan delegasi India, Avantika Sings, memberikan sambutan positif terhadap Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin. India. Sebagai negara penggagas Konferensi Asia Afrika, pihaknya turut prihatin dengan konflik global dan berharap pertemuan ini menghasilkan tindakan konkrit untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan.
"Forum ini sangat diperlukan untuk menjaga harmoni dan perdamaian global, dengan fokus pada situasi kemanusiaan. Ide ini sudah terbentuk bertahun-tahun, dan saat ini kita perlu tindakan nyata," ungkap Avantika Sings.
Biksu Ven. Napan Santibhaddo dari Thailand mendukung ide moderasi beragama yang diadvokasi oleh Kementerian Agama RI. Ia menekankan perlunya implementasi ide ini di setiap negara, karena masih banyak orang yang belum memahami konsep moderasi beragama.
"Kita perlu mengimplementasikan ide moderasi beragama, karena itu penting bagi semua negara. Kebanyakan orang tidak mengerti tujuan dari ide ini dalam kehidupan sehari-hari," kata Biksu Santibhaddo, menyerukan pandangan yang seragam terhadap moderasi beragama.
Moderasi beragama, yang menekankan saling menghormati dan toleransi antar kelompok agama, menjadi pusat pembahasan dalam Konferensi Moderasi Beragama Asia Afrika di Bandung.
Meskipun konsep menggunakan agama sebagai solusi untuk konflik global sedang dalam proses, implementasinya di setiap negara membutuhkan upaya melalui berbagai aspek, termasuk edukasi melalui media dan sosial media.
"Jadi kita perlu masuknya melalui banyak aspek, baik edukasi lewat media atau sosial media. Memang tidak mudah hanya satu orang untuk yang bekerja mempromosikan moderasi beragama dan menciptakan kedamaian," pungkasnya.
Editor: Muhammad Faizin


