Dark
Light
Dark
Light

Saat Israel Intervensi Panggung Musik Dunia, Konser Ed Sheeran Pun Kena Getahnya

Saat Israel Intervensi Panggung Musik Dunia, Konser Ed Sheeran Pun Kena Getahnya

Arina.id - Kampanye perang yang dilakukan penjajah Israel atas Palestina pun merambah ke semua sendi kehidupan masyarakat dunia. Bahkan intervensinya masuk ke panggung musik musisi dunia. Kali ini Ed Sheeran menjadi korbannya.

Akhir pekan kemarin seharusnya menjadi pertunjukan akhir pekan Ed Sheeran di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, negara bagian Amerika Serikat. Stadium tersebut merupakan tempat milik miliarder pro-Israel Robert Kraft. Ia mendorong agar Macklemore, artis pembuka tour Ed Sheeran, agar dikeluarkan dari tur karena pernyataannya yang pro-Palestina.

"Karena peringatan cuaca buruk yang berlaku di Boston dan seluruh New England sepanjang akhir pekan serta setelah konsultasi dengan pejabat lokal, kami telah mengambil keputusan sulit untuk membatalkan konser Ed Sheeran di Gillette Stadium," komentar promotor konser Messina Touring di Instagram pada Jumat kemarin, 25 September 2026.

"Keputusan diambil dengan prioritas utama keselamatan penggemar, staf, dan semua pihak yang terlibat dalam pertunjukan," demikian pengumuman lanjutannya, seperti dikutip dari middleeasteye.net.

Messina Touring mengatakan bahwa setiap tiket yang dibeli melalui Ticketmaster akan otomatis dikembalikan. Di luar Ticketmaster, pengembalian dana saat ini tersedia di titik pembelian. Tur Amerika ikon pop Inggris ini tertutupi oleh reaksi internasional--terutama komunitas Yahudi--yang memboikot Macklemore, band pendukung kebabasan Palestina.

Sebelumnya, di Philadelphia, tempat Ad Sheeran tampil untuk pertama kalinya sejak Macklemore dikeluarkan dari tur, sempat meminta maaf kepada para penggemar dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan Israel di Gaza adalah "tidak dapat dibenarkan".

"Saya harus mengambil dan membuat keputusan sulit, dan saya membuat kesalahan, dan saya sangat, sangat menyesal," kata Sheeran kepada audiensnya. Akibat dari boikot terhadap Macklemore, semua penampil pendukung protes dan keluar dari tur Ed Sheeran.

Macklemore seharusnya menjadi pembuka untuk Sheeran, tetapi Kraft mengancam akan membatalkan konser stadion Sheeran jika ia tetap bertahan, dan melobi pemilik stadion lain untuk bergabung dalam menekan Sheeran.

Dalam pernyataannya sendiri, Kraft tidak menyangkal bahwa ia telah mengajak pemilik stadion kaya lainnya mengancam Sheeran dan membungkam Macklemore.

Ia mengatakan keputusannya didasarkan pada "tindakan terbaru Macklemore, materi yang dibagikan dari panggung selama pertunjukan Ed Sheeran di New Jersey... yang kami yakini sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi".

"Saya akan menyambut kesempatan untuk duduk bersama Macklemore dan membahas fakta," tambah Kraft, sambil menyampaikan tujuan boikot tersebut adalah "perdamaian bagi semua orang, mengakhiri penderitaan dan mengakhiri segala kebencian".

Pada awal konser di Lincoln Financial Field, Sheeran menyebut perang Israel di Gaza sebagai "katastrofik, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional". Menurut laporan media AS, waktu mulai konser Sheeran ditunda dua setengah jam karena semua penampil pembuka ditolak sehingga Sheeran tampil solo.

Konser Free Palestine

Pada hari Kamis, 24 September 2026, Macklemore mengumumkan bahwa ia akan menjadi penampil utama dalam tur konser "Free Palestine" miliknya sendiri yang akan dimulai bulan depan. Tur akan dimulai di Dublin, Paris, dan London, kata Macklemore dalam sebuah unggahan Instagram. 

Pengumuman tanggal penampilan di AS akan diumumkan kemudian, katanya, seraya menambahkan bahwa hasilnya akan disumbangkan ke organisasi yang mendukung rakyat Palestina. "Bersikap apolitis selama genosida tidak lagi berhasil," katanya. 

"Orang-orang meminta seniman untuk hadir, mendidik diri mereka sendiri, dan menjadi bagian dari komunitas. Menggunakan panggung untuk lebih dari sekadar hiburan. Untuk melawan ketika seruan untuk Palestina Merdeka dibalas dengan upaya untuk membungkamnya."

Seorang seniman Palestina melukis mural menghormati rapper AS Macklemore di sebuah bangunan yang rusak selama perang di Kota Gaza, pada 19 September 2026 (Reuters).

"Sebagian besar alasan saya ingin melakukan tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat dekat di hati saya: 'Bebaskan Palestina,'" katanya di atas panggung.

Macklemore mengatakan pemilik stadion tempat Sheeran akan bermain menolak pernyataan tersebut. Alasannya sebab Macklemore telah menjadi kritikus vokal terhadap serangan Israel terhadap Gaza dan pendudukannya di Tepi Barat.

"Jika beberapa minggu terakhir ini menunjukkan sesuatu, itu berarti ada sesuatu yang telah berubah selama tiga tahun terakhir," kata Macklemore. "Telah terjadi kebangkitan kolektif seputar pembebasan Palestina, kekuatan miliarder yang mencoba menyensor seruan itu, dan apa yang kita harapkan dari para seniman saat ini."

"Apa yang terjadi pada saya lebih besar dari satu artis atau satu panggung," tambahnya. "Ketika kelas miliarder bisa memutuskan suara mana yang boleh naik ke panggung dan mana yang terlalu berbahaya untuk didengar, semua orang harus memperhatikan."

Semua bermula ketika Macklemore, mengenakan keffiyeh, tampil di depan lebih dari 80.000 orang di Stadion MetLife di New Jersey awal bulan ini, berbicara secara terbuka mendukung warga Palestina sambil menyanyikan lagu kebangsaan pro-Palestina "Hind's Hall".

Kelompok lobi Amerika dan Israel kemudian meluncurkan petisi untuk menekan Sheeran agar menghentikan Macklemore sebagai pembuka dari jadwal tur berikutnya.

Rapper itu membuat pernyataan publik pekan lalu di media sosial, mengumumkan bahwa ia telah dikeluarkan dari tur Sheeran karena ultimatum dari miliarder pro-Israel sekaligus pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft. "Setelah keluarga saya, tidak ada yang lebih saya cintai selain Negara Israel dan identitas Yahudi saya," kata Kraft di Israel pada 2019.

Pengumuman Macklemore tidak hanya mendapat dukungan besar dari penggemar dan komunitas internasional, tetapi juga membuat semua penampil pembuka di Sheeran's Loop Tour mundur demi mendukung rapper dan rakyat Palestina.

Di antara mereka adalah Finneas, seorang musisi pemenang Grammy dan saudara dari penyanyi Billie Eilish; grup Irlandia Aaron Rowe dan Beoga; dan band Denmark Lukas Graham. "Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka berbicara untuk yang tertindas," tulis Finneas di Instagram Selasa lalu, menambahkan: "Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya."

Dalam beberapa hari berikutnya, Macklemore mengatakan ia akan menyumbangkan seluruh pendapatan USD1 juta yang ia dapatkan dari konser Sheeran's Loop Tour sebelumnya kepada enam organisasi yang mendukung warga Palestina.

Sesuai janjinya, kreator YouTube anak-anak, Ms Rachel, mengumumkan bahwa ia juga akan menyumbangkan USD1 juta ke Palestine Children's Relief Fund. "Saya akan menyamai donasi Macklemore, dan saya mengundang setiap selebriti kulit putih kaya untuk menyamai dan berbicara menentang genosida di Gaza," katanya.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo