Jakarta, Arina.id—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau para pemudik yang hendak kembali ke kota asal untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih diprediksi akan mengguyur wilayah Jawa Timur dalam sepekan ke depan, terutama pada sore hingga malam hari.
Prakirawan BMKG Juanda, Thariq Harun, menjelaskan bahwa saat ini Jawa Timur tengah memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Periode pancaroba ini diperkirakan berlangsung mulai April hingga Juni 2026 dengan kondisi cuaca yang cenderung tidak menentu.
“Wilayah Jawa Timur masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat,” ujar Thariq Harun dikutip Kamis (25/3/2026).
Pengaruh Siklon Tropis Narelle
Berdasarkan analisis cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi pada periode 23 hingga 26 Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh pola belokan angin dan konvergensi akibat pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle.
Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat serta kondisi atmosfer yang labil turut mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.
Thariq menambahkan bahwa faktor-faktor tersebut sangat mendukung pertumbuhan hujan secara lokal maupun regional. Ia mengingatkan agar pemudik tidak lengah meski cuaca tampak cerah pada pagi hari.
“Faktor-faktor ini mendukung terbentuknya hujan di sejumlah wilayah,” imbuhnya saat memberikan keterangan resmi.
Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem
Kewaspadaan perlu ditingkatkan memasuki periode 27 hingga 31 Maret 2026. BMKG memprediksi potensi hujan akan meningkat menjadi skala sedang hingga lebat. Fenomena ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer ekuatorial seperti Rossby dan Kelvin yang memperkuat pertumbuhan awan hujan secara masif.
“Periode ini perlu diwaspadai karena intensitas hujan bisa lebih tinggi,” tegas Thariq pada Rabu (25/3/2026).
Dalam beberapa hari terakhir, pola cuaca di Jawa Timur menunjukkan ciri khas pancaroba, yakni cuaca panas terik pada siang hari yang diikuti hujan mendadak pada sore hingga malam.
Mengingat arus balik umumnya mencapai puncaknya pada waktu-waktu tersebut, masyarakat diimbau untuk mengatur ulang waktu perjalanan demi menjaga keselamatan selama perjalanan.
Editor: Kendi Setiawan


