Dark
Light
Dark
Light

KontraS Sentil Kepolisian Soal Temuan Kerangka 2 Demonstran di Gedung ACC Kwitang

KontraS Sentil Kepolisian Soal Temuan Kerangka 2 Demonstran di Gedung ACC Kwitang

Arina.id - Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menyentil kepolisian terkait temuan dua kerangka manusia di gedung ACC Kwitang yang diidentifikasi sebagai milik Farhan dan Reno, dua orang yang terlibat dalam demonstrasi besar-besaran pada Agustus 2025 lalu. KontraS meminta polisi transparan dan proses penyelidikan.

Pernyataan KontraS tersebut untuk merespons konferensi pers yang digelar oleh kepolisian bersama jajarannya, mulai dari Kepala Biro Labdokkes hingga Kompolnas mengenai temuan tulang belulang di gedung ACC yang kemudian diidentifikasi sebagai milik Farhan dan Reno.

"Pertama, KontraS menilai bahwa pernyataan kepolisian yang menyebut Farhan dan Reno sebagai korban pembakaran gedung harus ditindaklanjuti dengan pengungkapan secara menyeluruh hingga adanya penuntutan yang berkeadilan," bunyi pernyataan yang disampaikan Dimas Bagus Arya, Koordinator KontraS.

Kepolisian, pernyataan KontraS menekankan, tidak boleh berhenti hanya pada kesimpulan identifikasi korban, tetapi wajib memastikan adanya proses penyelidikan dan penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada keluarga korban.

Kedua, tanpa adanya proses evaluasi menyeluruh terhadap cara aparat negara menangani aksi atau unjuk rasa, peristiwa serupa berpotensi terus berulang. Kasus Farhan dan Reno menjadi bukti kegagalan negara dalam melindungi warga yang menyuarakan pendapatnya.

"Saat ini keluarga sedang berduka atas adanya hasil temuan, yang pasti Kepolisian harusnya tidak hanya berhenti pada tahap identifikasi, tetapi segera mengusut tuntas siapa yang bertanggung jawab. Keluarga berharap agar keadilan bagi Farhan dan Reno benar-benar ditegakkan melalui proses hukum yang terbuka dan tidak berpihak."

KontraS akan terus mengawal proses ini dan memastikan agar hak-hak keluarga korban dipenuhi, serta menekan negara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tindakan aparat dalam penanganan aksi hingga jaminan kebebasan berekspresi dan jaminan rasa aman di kemudian hari.

Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati mengungkapkan dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat peristiwa kerusuhan pada akhir Agustus 2025 merupakan Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan.

Karo Labdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengatakan, kerangka itu diterima dalam dua kantong jenazah, yakni kantong jenazah 0080 dan 0081.

"Nomor posmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputeradewo anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin," kata Sumy dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, seperti dikutip dari Antara.

Sedangkan nomor posmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid anak biologis dari Bapak Hamidi. Sumy menjelaskan, hasil pemeriksaan sekunder melalui analisis tulang tengkorak dan panggul yang menunjukkan bahwa kedua kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Selain itu, identifikasi terhadap kerangka lainnya juga dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa perhiasan kalung dan kepala ikat pinggang, serta pemeriksaan primer DNA dari tulang.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo