Dark
Light
Dark
Light

Kembalinya Cak Imin ke Prabowo: Tarung di Pilpres, Kalah, lalu jadi Menteri

Kembalinya Cak Imin ke Prabowo: Tarung di Pilpres, Kalah, lalu jadi Menteri

Arina.id — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi salah satu partai politik pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden rival Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024. Koalisi mereka kalah tetapi mendapatkan kehormatan jatah menteri dalam kabinet pemerintahan baru.

PKB, bersama Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Koalisi Perubahan, mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pemilu Presiden 2024. Pasangan itu kalah dari Prabowo-Gibran meski perolehan suaranya berada di posisi kedua, disusul pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Segera setelah tahapan Pilpres selesai, PKB secara terbuka menyatakan bergabung dengan koalisi partai politik pengusung Prabowo-Gibran—Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus—dan mendukung pemerintahan yang baru. Nasdem lebih dahulu deklarasi siap bergabung dalam pemerintahan Prabowo, kemudian tak lama setelah PKB, PKS menyusul.

Keputusan PKB untuk menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo diresmikan dalam muktamar partai itu di Badung, Bali, pada 25 Agustus 2024. Kala itu Wakil Presiden Ma'ruf Amin, yang didaulat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB, memang menyarankan partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu untuk bergabung dalam kekuasaan selama bertujuan untuk perbaikan. 

Anies mendukung penuh

Dalam pengumuman anggota kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu malam, 20 Oktober, PKB mendapatkan 2 kursi menteri dan 1 wakil menteri, antara lain Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Faisol Riza sebagai Wakil Menteri Perindustrian.

Muhaimin alias Cak Imin sempat bertemu dengan Anies setelah pelantikan Prabowo sebagai presiden pada Minggu siang, 20 Oktober. Ditanya oleh wartawan tentang pembicaraan dalam pertemuan itu ketika ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada malam harinya, Cak Imin mengatakan Anies memberi dukungan penuh bagi kariernya di pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Ya dia, Mas Anies, dukung sepenuhnya langkah-langkah saya, langkah-langkah PKB dalam berjuang di politik dan pemerintah,” kata Cak Imin, seraya menyebutkan akan menitipkan seluruh program yang dia rancang bersama Anies saat Pilpres 2024 kepada Prabowo.

PKB berdalih bahwa keputusannya untuk bergabung ke dalam pemerintahan Prabowo sejalan dengan visi sang Presiden untuk mewujudkan persatuan nasional. Prabowo, sebagaimana dia tegaskan dalam pidato perdananya sebagai Presiden di kompleks parlemen, Minggu, menyerukan persatuan nasional dan menghimpun keberanian semua anak bangsa untuk menghadapi semua tantangan, hambatan, dan masalah-masalah krusial bangsa.

"Saya pikir kita semuanya harus back up full, kita harus dukung penuh pernyataan Pak Prabowo itu dengan kerja-kerja keras, kerja-kerja cerdas, bersama-sama, dan itu adalah energi yang luar biasa buat bangsa ini bahwa tanpa persatuan, tanpa ada kebersamaan, gotong royong, kerukunan, agenda-agenda besar pemerintah lima tahun ke depan susah terwujud," kata Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid di kompleks parlemen, Minggu.

"Karena itu kita semuanya harus menjadi satu kesatuan dan mendukung penuh kepemimpinan Pak Prabowo ini sampai lima tahun ke depan," ujarnya, menegaskan komitmen PKB juga untuk menyokong pemerintahan Prabowo.

Sempat berpisah

PKB sebenarnya bukan partai baru bagi Prabowo. Dua tahun sebelum Pilpres 2024, PKB dan Partai Gerindra, partai pimpinan Prabowo, membentuk koalisi untuk menyongsong pemilih kepemimpinan nasional yang baru setelah Joko Widodo.

Kedua partai bersepakat membentuk koalisi yang disebut Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diresmikan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada 13 Agustus 2022. Dalam deklarasi koalisi tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menandatangani piagam kerja sama politik yang dikenal dengan nama Piagam Sentul.

Piagam Sentul itu berisi lima butir kesepakatan kerja sama. Salah satu poin di antaranya, poin ke-3, KKIR "dapat membuka koalisi dengan partai politik lain atas persetujuan kedua belah pihak". Mengenai calon presiden dan calon wakil presiden, disebutkan pada poin ke-4: "Calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh kerja sama politik Partai Gerindra dan PKB akan ditentukan secara bersama-sama oleh Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum Partai Gerindra H. Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB H. Abdul Muhaimin Iskandar".

Dalam deklarasi Cak Imin mengatakan koalisi antara PKB dan Gerindra pada Pilpres 2024 akan mencetak sejarah baru, karena belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. "Berkali-kali pemilu, belum pernah PKB koalisi dengan Gerindra. Dari Sentul Bogor ini, insyaallah, kebahagiaan akan terwujud," katanya, dikutip dari Tempo.

Bergabungnya kedua partai yang memiliki kesamaan karakter, yakni agamis dan nasionalis, menjadi kebanggaan para kader karena diyakini dapat mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Cak Imin juga mengaku optimistis koalisi PKB dan Gerindra dapat memenangkan Pilpres 2024 sehingga dapat menggunakan kekuasaan sebagai alat efektif untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sayangnya, hampir setahun setelah deklarasi dan penandatanganan Piagam Sentul, KKIR bubar. Tak lama setelah Prabowo menerima dukungan dari tiga partai, yaitu Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB), pada 28 Agustus 2023, nama koalisi pun diganti menjadi Koalisi Indonesia Maju.

PKB mulai gerah dengan perubahan sepihak nama koalisi yang mereka anggap mengangkangi perjanjian Piagam Sentul. Cak Imin mengaku tak pernah diajak bicara oleh Prabowo untuk perubahan nama itu.

Lima hari kemudian, PKB cabut dari KKIR. Esok harinya, di Surabaya, 2 September, PKB bersama Partai Nasdem, mendeklarasikan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon presiden dan calon wakil presiden.

Keputusan yang cukup cepat itu mengejutkan publik dan dianggap manuver politik 'mengkhianati' Partai Demokrat. Sebab, Demokrat sejak jauh-jauh hari, bersama Nasdem dan PKS dalam Koalisi Perubahan, menggadang-gadang memasangkan Anies dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sang Ketua Umum Partai Demokrat, sebagai bakal calon presiden dan calon wakil presiden. Demokrat merasa "dikhianati" oleh Nasdem, PKB, dan Anies. 

"Politik itu memang penuh strategi, penuh siasat, penuh taktik, caranya banyak; tetapi saya tidak menyangka kalau tindakannya sejauh ini," kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sehari sebelum deklarasi Anies-Cak Imin. "Menurut saya melebihi batas kepatutan moral dan etika dalam politik," ujarnya.

Dalam momen deklarasi, Muhaimin bercerita mengenai Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang mendesaknya segera memberi jawaban mengenai kesediaan menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan.

"[Surya Paloh berkata:] 'Kalau kamu enggak mau salaman, berarti selamanya kita tidak akan ketemu lagi. Tapi kalau kamu oke, saya jamin menang dan, insyaallah, Indonesia akan lebih baik'," tutur Cak Imin menirukan perkataan Surya Paloh.

"Saya merasa proses ini berjalan cepat dan lancar, sesuai dengan doa saya Indonesia yang lebih baik dan bahagia. Dalam waktu hanya tiga hari kami konsolidasi, dalam waktu singkat juga mendapat restu dari para ulama," katanya.

PKB kembali

Anies dan Cak Imin akhirnya berlaga dalam Pilpres 2024, berkompetisi dengan pasangan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud untuk memperebutkan suara rakyat Indonesia. Selama masa kampanye, ketiga pasangan calon pemimpin bangsa itu bersaing secara ketat--meski Prabowo-Gibran lebih diunggulkan dibanding yang lain.

Hasilnya, Prabowo-Gibran meraih 96,2 juta suara atau 58,59 persen, Anies-Cak Imin 40,9 juta suara 24,95 persen, dan Ganjar-Mahfud 27 juta suara atau 16,47 persen. Prabowo-Gibran, yang diusung oleh 4 partai politik parlemen (Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN) dan 5 partai politik nonparlemen (PBB, PSI, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Prima), hanya kalah di dua provinsi, yaitu Aceh dan Sumatra Barat.

Dua setengah bulan setelah Pemilu, Prabowo bertandang ke kantor PKB di Jakarta dan disambut langsung oleh Cak Imin dan para petinggi partai berbasis massa Nahdlatul Ulama itu. Cak Imin menyatakan dengan tegas mendukung pemerintahan Prabowo.

Prabowo menyambut deklarasi PKB mendukung pemerintahannya sebagaimana diputuskan dalam muktamar partai itu dengan mengungkit persaingan ketat, ditambah sejumlah perselisihan, selama tahapan Pilpres 2024. Prabowo dan Gerindra serta Cak Imin dan PKB memang sempat bersimpang jalan sepanjang kontestasi.

"Kita bersyukur kita menghormati perbedaan. Kita berbeda, kita kumpul, berbeda bisa kerja sama, walaupun dalam pemilihan yang lalu PKB mendukung yang lain," ujar Prabowo ketika diundang dalam acara "Forum Legislator PKB" di Jakarta, 10 Oktober.

"Tapi saya mengatakan dari awal: saya yakin pada saatnya PKB akan kembali. Benar? Saya yakin, saya yakin PKB akan bersama saya membangun bangsa Indonesia," kata Prabowo, menekankan.

Prabowo pun mengingatkan bahwa perbedaan tidak menjadi masalah di antara mereka, sebab semua partai politik memiliki tujuan yang sama untuk bangsa Indonesia. Bahkan Gerindra dan PKB, juga dengan partai yang lain, kembali bersaing dalam pilkada serentak; di daerah-daerah tertentu Gerindra berkoalisi dengan PKB, PKS, dan Nasdem, tapi di daerah lain berhadap-hadapan mendukung pasangan masing-masing.

Setelah sempat bersama, berpisah sementara dan bertarung dalam Pilpres, PKB kembali bermitra dengan Gerindra dan Cak Imin diangkat oleh Prabowo menjadi salah satu menterinya.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo