Jakarta, Arina.id—Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya melalui sajian takjil khas bernama Bubur Nusantara.
Setiap sore menjelang waktu berbuka, pelataran masjid diramaikan oleh warga yang menantikan semangkuk bubur berwarna cokelat muda dengan taburan bubuk rempah keemasan khas Samarinda.
Bubur tersebut dimasak selama kurang lebih satu setengah jam. Setiap harinya, sekitar 700 porsi disiapkan bagi warga yang datang untuk berbuka puasa. Kehangatan hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah, namun juga menghadirkan atmosfer kekeluargaan yang kental di pelataran masjid menjelang kumandang adzan Maghrib.
Rempah-rempah yang diracik dalam bumbu kari menjadi kunci utama kelezatan bubur ini. Resep tersebut berasal dari Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, yang diwariskan secara turun-temurun dan biasanya hanya muncul saat bulan Ramadan. Melalui sajian ini, cita rasa lokal Kalimantan Timur kini mendapatkan tempat istimewa di jantung IKN.
Menu ini bukan sekadar hidangan pembuka, melainkan upaya Otorita IKN mengangkat kearifan lokal sekaligus menjadi jembatan silaturahmi bagi warga dari berbagai latar belakang, termasuk pekerja konstruksi, pegawai, hingga masyarakat umum.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menjelaskan Bubur Nusantara dihadirkan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas yang kini bermukim di IKN. Rahasia kelezatan bubur ini terletak pada bumbu kari rempah yang diwariskan turun-temurun dari Samarinda Seberang.
"Kami mencoba mengangkat kearifan lokal Kalimantan Timur. Harapannya, kearifan lokal ini semakin dikenal luas. Kami ikhtiarkan Masjid Negara ini menjadi simbol harmonisasi dan keberagaman bagi siapa saja yang datang,” ujar Alimuddin, dalam keterangan pers OIKN, dikutip Rabu (4/3/2026).
Muhammad Tasrik, salah satu juru masak, mengungkapkan proses memasak membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam di kuali besar untuk menghasilkan tekstur gurih dan aroma yang kuat.
"Bumbu utamanya adalah kari rempah. Wangi inilah yang menjadi ciri khas dan paling dicari warga menjelang waktu berbuka,”jelasnya.
Editor: Suci


