Dark
Light
Dark
Light

Gus Yahya Tak Masalah jika Muktamar NU Dipercepat

Gus Yahya Tak Masalah jika Muktamar NU Dipercepat

Jakarta, Arina.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), tidak mempermasalahkan jika muktamar NU dipercepat.

Hal ini merespons wacana percepatan Muktamar 2026 yang sebelumnya disampaikan Kubu Sultan dalam Rapat Pleno PBNU 9-10 Desember 2025 di Hotel Sultan Jakarta.

Menurut dia, percepatan ataupun penundaan Muktamar bukan persoalan utama selama seluruh syarat konstitusional organisasi dipenuhi.

Gus Yahya menegaskan bahwa Muktamar hanya dapat digelar secara sah apabila dipimpin bersama oleh Rais Aam dan Ketua Umum sebagai dua mandataris Muktamar sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Tidak ada masalah muktamar mau cepat atau lambat, itu tidak masalah. Tapi syarat harus dipenuhi, yaitu bahwa muktamar dipimpin oleh Rais Aam dan Ketua Umum. Jadi kalau cuma salah satu, tidak mungkin bisa dilaksanakan muktamar. Itu masalahnya," ujar Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta pada Kamis (11/12/2025).

Ia menambahkan, tanpa pemenuhan syarat tersebut, Muktamar justru berpotensi cacat secara hukum dan melahirkan problem lebih besar bagi jam’iyyah.

"Sudah lah, tidak ada jalan lain (selain islah) daripada nanti muktamarnya jadi bermasalah. Muktamarnya jadi tidak sempurna. Itu," ujarnya.

Sebelumnya, Rais Syuriyah PBNU Prof M Nuh dalam Rapat Pleno Kelompok Sultan mengatakan Rapat Pleno 9–10 Desember 2025 telah menyepakati langkah-langkah percepatan untuk mengembalikan siklus Muktamar NU ke jadwal normal sebelum pandemi covid-19.

Menurut Prof Nuh momentum tahun 2026 merupakan kesempatan ideal untuk menormalkan kembali siklus Muktamar.

"Ini bukan percepatan Muktamar, bukan. Tetapi mengembalikan siklus Muktamar seperti sebelum Covid-19. Karena Muktamar di Lampung itu mundur akibat pandemi. Sekarang kesempatan bagus untuk kembali ke siklus yang normal," katanya.

Prof Nuh menambahkan, peringatan 100 tahun NU secara kalender masehi pada 31 Januari 2026 juga menjadi momen penting konsolidasi organisasi.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa rangkaian Konbes dan Munas Alim Ulama akan menjadi bagian struktural untuk mempersiapkan Muktamar 2026.

Penjabat Ketua Umum PBNU Kelompok Sultan KH Zulfa Mustofa menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan rangkaian agenda menuju Muktamar 2026.

Dalam penyampaiannya, ia menegaskan akan mempercepat konsolidasi internal setelah ditetapkan sebagai Pj Ketum.

"Kami akan melakukan percepatan dan konsolidasi internal. Termasuk menyiapkan Konbes, Munas Alim Ulama, dan memastikan kesiapan menuju Muktamar 2026," katanya.

Kiai Zulfa menyebut proses pemulihan tatanan organisasi menjadi prioritas agar Muktamar dapat berlangsung tertib sesuai ketentuan jam’iyyah.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo