Jakarta, Arina.id—Aktivitas Perang Takjil atau berburu takjil menjadi kegiatan ngabuburit paling favorit bagi kalangan Gen Z dan milenial selama bulan Ramadhan.
Survei terbaru Populix menunjukkan, lebih dari 40 persen anak muda menjadikan kegiatan ini bukan sekadar membeli makanan untuk berbuka, tetapi juga sebagai tradisi sosial yang tidak tergantikan.
Direktur Riset Populix Susan Adi Putra menjelaskan, fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran makna berburu takjil yang kini berakulturasi menjadi bagian dari gaya hidup Ramadhan generasi muda.
“Kegiatan ini bahkan jauh lebih populer dibandingkan dengan aktivitas digital seperti berselancar di media sosial atau kegiatan domestik seperti memasak untuk berbuka puasa,” ungkap Susan dikutip Arina.id, Kamis (5/3/2026).
Antusiasme ini terlihat dari tingginya frekuensi pembelian, di mana lebih dari separuh responden mengaku membeli takjil hampir setiap hari selama bulan suci. Hanya sekitar 5 persen responden yang menyatakan jarang atau tidak pernah membeli takjil.
Generasi Z Suka Makanan Manis
Generasi Z cenderung lebih menyukai minuman manis dingin seperti es teh, es buah, dan es campur sebagai pilihan utama berbuka puasa.
Sementara itu, kelompok milenial dan responden perempuan lebih memilih variasi kue tradisional. Meski begitu, menu klasik seperti gorengan, kurma, dan makanan penutup kekinian masih menjadi favorit dan bersaing dengan makanan berat seperti nasi dan lontong.
Menariknya, survei juga mencatat perubahan perilaku konsumsi di dunia digital. Di sekitar responden, terutama perempuan, kini lebih memilih membeli takjil melalui aplikasi pengantar makanan, media sosial, atau pesan instan.
“Perubahan ini memberikan peluang omzet yang lebih luas bagi pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi dalam strategi penjualannya,” tambah Susan.
Survei berjudul Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial ini dilakukan pada pertengahan Februari 2025 melalui platform PopSurvey, melibatkan 1.000 responden dari kalangan milenial dan Gen Z dengan proporsi gender seimbang.
Mayoritas responden merupakan Muslim dari kalangan ekonomi menengah ke atas, mencerminkan tren gaya hidup dan daya beli masyarakat urban Muslim Indonesia saat ini.
Editor: Suci


