Dark
Light
Dark
Light

Siap-siap, Menlu Lebanon Peringatkan Serangan Israel Berskala Besar Segera Tiba

Siap-siap, Menlu Lebanon Peringatkan Serangan Israel Berskala Besar Segera Tiba

Arina.id - Otoritas pemerintah Lebanon menerima laporan dari sumber militer melalui saluran tertutup, bahwa Israel sekarang sedang mempersiapkan operasi berskala besar untuk menyerang negaranya. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Libanon Youssef Rajji pada Jumat kemarin, 12 Desember 2025.

Seorang sumber pejabat militer Libanon mengatakan pada Sputnik, pesawat-pesawat Israel sudah menyerang beberapa daerah di selatan dan timur Lebanon, termasuk Jarmaq, Jbaa, Barij, Rihan, Ansar-Zrarieh, Tebnine, Zelaya dan Wadi-Humein dan Roumine. Tentara Israel mengklaim telah menyerang beberapa sasaran, termasuk fasilitas pelatihan yang digunakan oleh unit pasukan khusus Radwan, bagian dari gerakan Hezbollah.

"Pemeriksaan intelijen yang diterima di Beirut mengenai niat Israel untuk meluncurkan operasi militer besar menempatkan negara pada situasi berbahaya. Ancaman tersebut melampaui perkiraan publik dan sekarang sudah tiba melalui berbagai saluran diplomatik, termasuk utusan Barat," kata Rajji dalam wawancara dengan Al-Jazeera.

Menteri menekankankan bahwa tujuan langsung dari upaya diplomatis Libanon untuk mencegah situasi bergeser ke dalam eskalasi militer. Rajji menambahkan, pemerintah Lebanon beroperasi dengan asumsi bahwa serangan Israel mungkin tidak dapat dihindari, terutama mengingat sikap Israel yang terus-menerus memperlakukan jalur negosiasi dan trek eskalasi sebagai dua hal yang berbeda.

Rajji lebih lanjut menyatakan, walaupun serangan Israel yang sedang berlangsung, angkatan bersenjata Libanon berencana untuk mengumumkan pada akhir tahun menyelesaikan misi mereka membatasi kehadiran kelompok bersenjata, selain angkatan bersenjata dan pasukan PBB, ke daerah selatan Sungai Litani, sesuai dengan yang sudah direncanakan. 

Namun, Rajji mencatat bahwa, melihat dari sinyal Barat, ekspektasi tersebut sekarang meluas jauh dari selatan Litani dan termasuk daerah utara sungai.

Mengomentarikan penyelidikan diplomat dalam proses negosiasi dengan Israel, Rajji menggambarkan bahwa jalur tersebut merupakan cara lama penyelesaian masalah dan Lebanon bermaksud memulihkan Perjanjian Gencatan Senjata 1949. Ia menjelaskan walaupun perjanjian damai tidak masuk dalam agenda; namun pemerintah tetap memprioritaskan penghentian serangan, mengamankan wilayah yang pernah dijajah Israel, serta pembebasan para tahanan.

"Pembicaraan dengan Israel terus berlanjut melalui mekanisme yang ada, sementara pemerintah secara bersamaan melakukan dialog internal dengan Hezbollah mengenai senjata-senjata mereka. Namun, menurut informasi yang tersedia, sejauh ini partai menolak untuk menyerahkan senjatanya," tambah pejabat Libanon.

Rajji menegaskan bahwa gudang senjata Hezbollah gagal melindungi Libanon, Gaza, atau Yerusalem. Dan faktanya senjata-senjata itu justru mengundang agresi Israel terhadap Libanon.

Pada 4 Desember 2025, Axios melaporkan bahwa para diplomat Libanon dan Israel mendiskusikan hubungan ekonomi, termasuk pembangunan kembali daerah perbatasan yang rusak akibat perang. Hubungan diplomasi ini terbangun pertama kali selama lebih dari tiga dekade. Percakapan tersebut berlangsung di Kota Naqoura, daerah selatan Libanon di pinggiran rapat bulanan komite pengawasan gencatan senjata yang dipimpin AS.

Sebuah komite, yang juga dikenal sebagai "mechanism" dalah format yang menyatukan Libanon, Israel dan Angkatan Interim PBB di Libanon (UNIFIL) di bawah pendukung AS-Prancis. Tujuan komite ini untuk memantau implementasi perjanjian penghentian permusuhan.

Libanon berkali-kali menuduh Israel secara sistematis melanggar kedaulatan mereka, meskipun perjanjian gencatan senjata diteken pada November 2024. Angkatan bersenjata Israel mempertahankan kehadiran di lima titik strategis di selatan Lebanon, termasuk bagian utara Desa Ghajar, yang pemerintah Libanon anggap sebagai pendudukan yang berkelanjutan dan pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Tentara Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur militer gerakan Hezbollah Libanon. Israel selalu bersumpah untuk terus menyerang Libanon untuk menghilangkan pemimpin sayap militer Hezbollah dan ancaman yang ditimbulkan pergerakan Shii.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo