Dark
Light
Dark
Light

Anak Korban Pablo Escobar, Miguel Uribe Turbay Maju Capres Kolombia Tapi Tewas Ditembak

Anak Korban Pablo Escobar, Miguel Uribe Turbay Maju Capres Kolombia Tapi Tewas Ditembak

Arina.id - Masih ingat sosok Diana Turbay, jurnalis Kolombia yang tewas dalam penculikan yang didalangi oleh bos Kartel Midellin, Pablo Escobar pada 1991? Diana, pewarta keras kepala itu meninggal di tengah kerja jurnalistiknya, melakukan investigasi mengungkap sepak terjang Kartel Midellin, organisasi pemasok obat-obat terlarang.

Saat itu, Miguel Uribe Turbay--anak Diana Turbay--masih berusia lima tahun. Sekarang, 34 tahun sejak peristiwa penculikan dan pembunuhan ibunya, Miguel sudah dewasa dan mencalonkan diri sebagai presiden Kolombia. Ia merupakan politisi Partai Demokrasi yang berhaluan sayap kanan konservatif. Namun nahas, di tengah kampanye persiapan nyapres, Miguel yang kini berusia 39 tahun itu tewas.

Sabtu, 7 Juni 2025, Miguel Uribe Turbay sedang melakukan kampanye di Kota Bogota sebagai persiapan Pemilihan Presiden tahun depan, 2026. Namun menjelang akhir kampanye, Ia diserang dan ditembak enam kali oleh seorang pria yang mendekatinya dari belakang. Dua tembakan mengenai kepalanya hingga membuatnya meninggal dunia.

Peristiwa penembakan Miguel ini segera menjadi sorotan media-media di dunia. Bahkan video peristiwa tersebut juga segera menyebar di media sosial. Dalam video tersebut nampak wajah dan bagian belakang kepala Uribe berlumuran darah ketika pengawalnya bergegas mengevakuasinya ke kendaraan untuk dibawa ke rumah sakit.

Seperti dilaporkan BBC, Miguel segera dibawa ke rumah sakit terdekat setelah penembakan. Karena kondisinya kritis, kemudian dirujuk ke RS Yayasan Santa Fe di mana ia menjalani operasi darurat. Menurut pusat medis, politisi tersebut menjalani prosedur bedah saraf dan pembuluh darah perifer, namun prognosisnya pelan-pelan memburuk dan kian parah hingga akhirnya meninggal.

Uribe Turbay, anak dari Diana Turbey sekaligus cucu dari almarhum Presiden Kolombia Julio César Turbay Ayala. Sebagai politisi muda, Ia dikenal keras bicara ketimpangan dan ketidakadilan. Pembunuhan politisi sayap kanan tersebut pun menuai keprihatinan dan kecaman dari politisi-politisi setempat.

Dalam insiden berdarah itu, pengawal Miguel Uribe sempat membalas tembakan, sehingga menyebabkan satu orang lainnya terluka. Sejumlah saksi mata menyebut insiden tersebut terjadi di tengah acara kampanye yang didatangi Uribe bersama politisi dari partai sayap kanan lainnya di Kolombia.

Saat Miguel Uribe menyampaikan ucapan perpisahan menjelang akhir acara, seorang pria tiba-tiba melepaskan enam kali tembakan dari senjatanya, dan dua di antaranya mengenai Uribe hingga membuatnya tewas.

Beberapa jam sebelum serangan, seperti dikutip dari Anadolu, ia sempat mengungkapkan niatnya menuntut sejumlah menteri atas upaya pemerintah melaksanakan sebuah referendum hanya melalui dekret. Wali Kota Bogota Carlos Fernando Galan memastikan salah seorang pelaku ditangkap di lokasi kejadian.

"Senator Miguel Uribe menerima pertolongan darurat setelah menjadi korban sebuah serangan sore ini di Fontibon. Si pelaku telah ditahan. Seluruh jaringan rumah sakit Bogota bersiaga apabila diperlukan rujukan apapun," kata Galan dalam sebuah pernyataan, sembari menyatakan solidaritas terhadap Uribe dan keluarganya.

Sejumlah politikus lain mengutuk insiden tersebut di media sosial, sementara pemerintah Kolombia "mengecam keras" serangan kejih terhadap calon presiden Kolombia tahun depan itu.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo